Saudi Masih Terapkan Beberapa Ketentuan Bagi Kedatangan Jemaah Umrah

0
50

Potret Ka’bah di tengah pandemi Covid-19. Sumber foto: Reuters

Riyadh, LiputanIslam.com –  Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengkonfirmasi pengecualian untuk memungkinkan penunaian ibadah umrah dari perintah kerajaan yang mencakup pencabutan sepenuhnya larangan meninggalkan Saudi dan kembali ke sana.

Dalam sebuah pernyataannya yang dirilis Ahad (13/9/2020), kementerian itu menyebutkan, “Rencana untuk memperbolehkan kembali pelaksanaan umrah akan diumumkan secara bertahap, berdasarkan apa yang diputuskan kemudian dalam hal ini secara independen, mengingat perkembangan terkait pandemi.”

Kementerian ini menekankan bahwa “mengizinkan masuk dan keluar akan dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan rencana tertentu.”

Arab Saudi hari itu juga mengumumkan bahwa pihaknya telah memberlakukan sejumlah tindakan yang memungkinkan masuknya warga negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) non-Saudi ke Saudi, sesuai dengan kontrol kesehatan preventif dan prosedur yang diikuti untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19.

Otoritas Saudi mengumumkan, “Syarat pertama adalah memberikan bukti bebas dari infeksi Covid-19 berdasarkan analisis PCR yang belum lewat 48 jam. Syarat kedua adalah bahwa badan-badan analisis yang diperlukan berasal dari otoritas yang dipercaya Arab Saudi di negara asal mereka.”

Pengumuman ini keluar setelah ada persetujuan untuk mengambil tindakan terkait perjalanan ke luar negeri, membuka pelabuhan dan bandara sepenuhnya, mulai dari awal tahun depan kalender Masehi, dan mengizinkan keluar masuk Saudi untuk warga negara GCC non-Saudi yang memperoleh visa keluar dan pulang, bekerja, tinggal atau kunjung. (mm/rta)

Baca juga:

Saudi dan UEA Sogok Palestina agar Setujui Normalisasi dengan Israel

Pasukan Rudal Yaman Gempur Ibu Kota Arab Saudi

DISKUSI: