Saudi Jelaskan Pendiriannya Mengenai Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
662

Riyadh, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menyatakan negaranya masih bersikukuh pada pendirian bahwa normalisasi hubungan Saudi dengan Israel tak dapat dilakukan kecuali setelah dicapai kesepakatan damai Israel dengan Palestina.

“Sikap kami terhadap konflik Israel-Palestina jelas, dan terletak pada bahwa kami menghendaki solusi dua negara berdasarkan Inisiatif Perdamaian Arab dan resolusi-resolusi PBB terkait, yang sekiranya ada negara Palestina dan negara Israel yang hidup berdampingan satu sama lain dengan damai dan aman. Ini menjadi pendirian kami,” terang Al-Juber dalam wawancara dengan Arab News, Jumat (19/3).

Dia juga menjelaskan, “Kami berkeyakinan bahwa kami merupakan bagian yang vital dalam menjauhkan Dunia Arab dari tiga poin penolakan yang didekralasikan di Khartoum pada tahun 1967 dan menyatakan ‘tidak kepada perundingan, tidak kepada pengakuan, dan tidak kepada perdamaian’, melalui prakarsa Mendiang Raja Fahd yang terdiri atas delapan poin dalam KTT Arab di kota Fes, Maroko, pada awal-awal dekade 1980-an di mana Arab mengadopsi dan secara mendasar menyerukan solusi dunia negara.”

Al-Juber menambahkan, “Selanjutnya, di KTT Liga Arab di Beirut tahun 2002 Riyadh mengajukan Inisiatif Perdamaian Arab yang menyerukan perdamaian, pengakuan, dan normalisasi hubungan, dan segala yang tercakup olehnya berupa hubungan rukun pertetanggaan, dan yang diandalkan oleh masyarakat internasional. Hal itu masih merupakan pendirian kami.”

Mengenai normalisasi hubungan sejumlah negara Arab dengan Israel, Al-Jubeir mengatakan bahwa semua itu merupakan keputusan mereka sebagai negara yang berdaulat sehingga terpasrah kepada mereka.

Seperti diketahui empat negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko telah mencapai kesepakatan dengan Israel untuk normalisasi hubungan di tengah kuatnya dugaan banyak kalangan terhadap kemungkinan Saudi juga akan melakukan hal yang sama, terutama karena Saudi diam-diam menjalin hubungan dengan Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan pernah mengadakan pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman di kota Neom. (mm/rt)

Baca juga:

Saudi Klaim Semua Rudal dan Drone yang Menerjang Saudi Buatan Iran

Ansarullah Gempur Aramco di Riyadh, Kilang Minyak  Saudi Terbakar

DISKUSI: