Washington, LiputanIslam.com –  Pemerintah AS mengaku telah mengirim tim penyelidik ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menyusul laporan mengenai adanya penampakan senjata-senjata buatan AS di tangan kelompok-kelompok bersenjata di Yaman.

Hal ini diungkap dalam surat Kementerian Luar Negeri AS yang dilayangkan beberapa waktu lalu kepada senator Demokrat Elizabeth Warren, yang juga berkemungkinan menjadi kandidat calon presiden AS dalam pemilu mendtanag.

Dalam surat yang baru Selasa lalu (25/11/2019) dipublikasi oleh CNN itu disebutkan bahwa “jawaban berulang dan tak cukup” dari Riyadh dan Abu Dhabi menyulitkan penyelidikan yang dimulai oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, Pentagon, menyusul tersiarnya laporan CNN pada Februari 2019, yang mengungkap adanya penjualan mobil-mobil lapis baja buatan AS kepada kelompok-kelompok bersenjata di Yaman, termasuk yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Baca: Koalisi Saudi-UEA Mengaku Bebaskan 200 Tawanan Ansarullah Yaman

Kementerian Luar Negeri AS dalam surat itu menyatakan bahwa sebuah tim gabungan, termasuk dari Pentagon telah mendatangi UEA pada 15-21 September lalu untuk mengetahui bagaimana rute mobil-mobil lapis baja sampai jatuh ke tangan pihak-pihak yang memerangi pasukan presiden pelarian Yaman Abed Rabbuh Mansour Hadi.

Baca: Ansarullah Yaman Gempur Pasukan Koalisi, 350 Orang Tewas dan Luka

Surat itu juga menyebutkan bahwa tim serupa rencananya akan dikirim ke Arab Saudi dalam jangka waktu hingga akhir bulan ini.

Surat itu menjelaskan bahwa dua kunjungan ini dilakukan dengan tujuan menyimak keterangan secara lengkap ihwal keadaan yang terjadi pada perlengkapan militer itu dan mengenai kemungkinan terjadi pelanggaran atas perjanjian AS dengan dua negara Arab Teluk sekutunya tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*