Saudi dan Israel Dilaporkan Terlibat Komunikasi Intensif untuk Hadapi Biden

0
188

TelAviv, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber Israel menyatakan bahwa para pejabat Arab Saudi membuka jalur komunikasi intensif antara Riyadh dan Tel Aviv untuk membangunan koalisi bilateral guna menghadapi Presiden AS Joe Biden yang terlihat “gusar” terhadap keduanya.

Channel 11 milik Israel, Selasa (23/2), menyebutkan bahwa Saudi tak menyembunyikan kekhawatirannya atas kemarahan Biden terhadap Saudi terkait dengan isu HAM serta kemungkinan kembalinya AS kepada perjanjian nuklir dengan Iran, dan berbagai isu lain.

Menurut media Israel, kerisauan Riyadh terlihat dalam pembicaraan antara beberapa pihak, dan Saudi berkeyakinan bahwa dengan satu dan lain cara Israel pada akhirnya akan dapat sedikit banyak membantu Saudi dalam menghadapi pemerintah baru AS.

Media Israel juga menyebutkan bahwa Saudi dan Israel sebenarnya sama-sama gelisah terhadap kebijakan Biden terkait dengan isu nuklir dan pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah, sementara apa yang mengundang kerisauan Saudi secara khusus adalah sikap Biden yang tampak ketat dan tidak menolerir Saudi dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Surat kabar The Washington Post belum lama ini menyebutkan bahwa keterlibatan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman (MbS) sebagai otak pembunuhan Khashoggi sejak awal sudah jelas dalam laporan CIA,  namun Donald Trump saat menjabat sebagai presiden AS bersikeras untuk tidak mempedulikan laporan tersebut dan malah melindungi MbS karena sudah terlanjur menjalin hubungan erat dengannya.

Surat kabar itu menyebutkan bahwa pemerintah AS akan memublikasi laporan CIA, yang semula berstatus rahasia, tentang kasus pembunuhan tersebut. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Gedung Putih Pastikan Biden Tak akan Diam Soal HAM di Arab Saudi

Laporan CIA Diungkap, Bin Salman Disimpulkan sebagai Dalang Pembunuhan Khashoggi

DISKUSI: