Gedung Putih Pastikan Biden Tak akan Diam Soal HAM di Arab Saudi

0
277

Washington, LiputanIslam.com –  Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden AS Joe Biden tak akan diam terkait dengan persoalan HAM di Arab Saudi, berbeda dengan pendahulunya, Donald Trump.

Berbicara mengenai kemungkinan perubahan sikap AS terhadap Saudi, terutama mengenai kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Kashoggi, Jubir Gedung Putih Jen Psaki dalam jumpa pers Senin malam (22/2) mengatakan, “Kami menunggu pembicaraan dia (Biden) dengan Raja Salman (Bin Abdulaziz dari Saudi) pada saat yang tepat.”

Dia menambahkan, “Tapi ada komponen-komponen lain dalam hubungan kami, sebagaimana Anda ketahui, termasuk realitas bahwa Presiden, tak seperti pemerintah sebelumnya, tak akan diam ketika memiliki kecaman atau kerisauan terkait dengan isu HAM dan kebebasan berekspresi atau apa saja yang berperkara.”

Meski begitu, dia juga mengatakan bahwa di saat yang sama tetap ada peran penting yang dapat dimainkan oleh pemerintah AS terkait dengan “ancaman yang dihadapi Saudi dari beberapa pihak di kawasan”. Dia memastikan bahwa kerjasama dengan Saudi dalam soal ini tetap akan dilanjutkan.

Taraf hubungan AS dengan Saudi menurun drastis sejak Biden dilantik sebagai presiden AS pada 20 Januari 2021. Pemerintah AS membekukan penjualan senjata kepada Saudi, mengecam buruknya kondisi HAM di Saudi, dan akan menerbitkan laporan CIA mengenai kasus pembunuhan Khashoggi di Turki pada Oktober 2018.

Selain itu, AS juga mengaku menghentikan dukungannya kepada operasi militer koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman, dan akan mengevaluasi ulang hubungan AS dengan Saudi, meskipun berjanji untuk tetap membekali Saudi dengan senjata yang mendukung pertahanan Saudi. (mm/rt)

Baca juga:

Laporan CIA Diungkap, Bin Salman Disimpulkan sebagai Dalang Pembunuhan Khashoggi

Menlu Iran: Saudi Tak akan Bisa Menang dalam Perang

DISKUSI: