Saudi dan Ansarullah Yaman Terlibat Saling Kunjung, Ada Apa?

0
214

Sanaa, LiputanIslam.com    Delegasi Arab Saudi mengunjungi Sanaa, ibu kota Yaman, yang dikuasai oleh gerakan Ansarullah (Houthi) untuk mengadakan pembicaraan mengenai pertukaran tawanan antara kedua belah pihak yang terlibat dalam perang sengit selama bertahun-tahun, sementara delegasi Houthi mengunjungi Saudi untuk tujuan yang sama, sebagaimana diumumkan oleh kedua belah pihak, Kamis (13/10).

Kunjungan timbal balik antara kedua pihak jarang terjadi selama koalisi pimpinan Saudi melancarkan perang terhadap Ansarullah, yang menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman sejak tahun 2014. .

Pihak-pihak yang berkonflik sering bertukar tawanan perang, termasuk tentara Saudi.

Kepala Komite Nasional untuk Urusan Tahanan yang berafiliasi dengan Ansarullah, Abdul Qader Al-Murtada, mengatakan, “Kami menerima delegasi teknis Saudi, dan tujuan kunjungan mereka adalah meninjau kondisi tawanan yang berafiliasi dengan mereka, yang ada pada kami, dan juga untuk mencocokkan nama pada kenyataannya, memverifikasi mereka dan mempersiapkan proses pertukaran dalam waktu dekat”.

Dia menambahkan, “Kami kemarin juga melepas kepergian tim teknis Komite Nasional Urusan Tahanan, yang berkunjung ke penjara Arab Saudi untuk melihat kondisi tawanan kami yang berada di penjara Saudi, membandingkan nama dan kesesuaiannya dengan kenyataan di dalam penjara, dan meninjau kondisi para tawanan.”

Di pihak lain,juru bicara resmi pasukan koalisi, Brigjen Turki Al-Maliki, mengatakan, “Dua delegasi dari koalisi dan Houthi bertukar kunjungan untuk menjenguk tawanan di kedua belah pihak sebagai inisiatif iktikad baik, dan sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan untuk memperpanjang gencatan senjata di Yaman.”

Gencatan senjata berakhir pada tanggal 2 Oktober, enam bulan setelah dimulai, setelah pihak-pihak yang berkonflik gagal mencapai kesepakatan untuk memperpanjangnya.

Al-Maliki menambahkan bahwa kunjungan ini “bersifat kemanusiaan dan berurusan dengan tawanan sebagai perkara yang murni kemanusiaan, dan ini juga adalah salah satu manfaat gencatan senjata, serta merupakan upaya untuk memperpanjangnya dan memperluas manfaatnya bagi kehidupan Yaman dalam hal kemanusiaan, ekonomi dan aspek kehidupan untuk memulai proses politik, dan mencapai perdamaian komprehensif di Yaman”.

Rekaman video yang dipublikasi oleh Ansarullah memperlihatkan delegasi Saudi meninggalkan pesawat PBB di bandara Sanaa dan berjabat tangan dengan pejabat Ansarullah, kemudian bersama-sama menuju sejumlah penjara dan menemui tawanan.

Tidak diketahui jumlah tawanan Saudi di Sanaa.

Laporan lain menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Yaman dari kubu Ansarullah, Muhammad Nasser al-Atifi, menegaskan,” Jika musuh menginginkan eskalasi militer maka mereka pada hakikatnya berjalan menuju neraka, dan peringatan dari pemimpin revolusi kami pasti memiliki konsekuensi.”

Dia menambahkan, “Perlawanan kami  terhadap kekuatan agresor adalah pilihan strategis yang tak dapat ditarik mundur, karena sejarah, prinsip, dan nilai-nilai kami menolak menyerah kepada penjajah dan tiran.”  (mm/saba/spa/alalam)

Baca juga:

Yaman Mengancam akan Melancarkan Serangan yang Melampaui Saudi dan UEA

Ansarullah: Rudal Maritim Yaman akan Beraksi Jika Blokade Tak Dicabut

DISKUSI: