Ansarullah: Rudal Maritim Yaman akan Beraksi Jika Blokade Tak Dicabut

0
177

Sanaa, LiputanIslam.com   Anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman, Muhammad al-Bukhaiti, menegaskan bahwa rudal yang dikembangkan oleh pasukan Yaman kubu Sanaa akan “menuntaskan pertempuran” jika koalisi yang dipimpin Arab Saudi tak menghentikan blokadenya terhadap Yaman.

Dalam wawancara dengan saluran Al-Mayadeen, Rabu (5/10) dia mengatakan, “Sanaa telah sukses mengembangkan rudal maritim, yang akan berperan aktif untuk menuntaskan pertempuran jika blokade tak dicabut.”

Dia menambahkan, “Negara-negara agresor mencegah masuknya kapal ke Yaman dengan kekuatan senjata, pasukan Yaman akan memberikan balasan setimpal.”

Menurutnya, pasukan Yaman kubu Sanaa juga memiliki “kemampuan dan keberanian untuk menyerang instalasi minyak Saudi dan Emirat (Uni Emirat Arab/UEA), jika tuntutan mereka tidak dipenuhi”.

“Tuntutan rakyat Yaman adil, dan jika tidak dipenuhi maka serangan ke wilayah Saudi dan Emirat adalah hak kami,” tegasnya.

Sembari menyerukan tuntutan peningkatan “jumlah penerbangan dan tujuan, pembukaan pelabuhan dan pembayaran gaji,” dia memperingatkan bahwa  “berlanjutnya blokade berarti berlanjutnya perang, karena kubu agresor mencegah masuknya kapal ke Yaman.”

Mengenai gencatan senjata, Al-Bukhaiti mengatakan Sanaa “tidak dapat menerima gencatan senjata permanen atau panjang ketika agresi dan blokade berkelanjutan.

“Sanaa memiliki kemampuan dan keberanian untuk menyerang instalasi minyak Saudi dan Emirat ketika tuntutannya tak dipenuhi,” lanjutnya.

Mengenai peran AS dalam perang Yaman, anggota petinggi Ansarullah itu menyebutkan, “Amerika tidak mau menghentikan perang karena kelanjutan perang sesama negara Arab dan Islam menguntungkannya. Para pemimpin Arab Saudi , UEA dan Amerika mengetahui keseriusan kami mengenai urgensi pemenuhan tuntutan kami.”

Mengenai UEA, Al-Bukhaiti mengatakan, “Perang terhadap Yaman membawa keuntungan bagi AS dan Israel, karena itu Washington menekan supaya perang ini dilanjutkan…. Emirat pada periode tertentu telah menghentikan  keikut sertaannya dalam blokade terhadap Yaman, tapi kemudian mendapat tekanan dari AS dan Israel.” (mm/almayadeen)

Baca juga:

Pasukan Yaman Minta Para Investor Asing Pindahkan Modal dari Saudi dan UEA ke Negara lain

Dinilai Tak Serius, Yaman Sebut Saudi Penyebab Gagalnya Gencatan Senjata

DISKUSI: