Saudi Batasi Penggunaan Toa Masjid, ini Komentar Surat Kabar Inggris

0
241

London, LiputanIslam.com –  Surat kabar Times mengomentari kebijakan pemerintah Arab Saudi membatasi penggunaan toa atau pengeras suara di masjid-masjid negara ini.

Dikutip Al-Alam, Kamis (3/6), harian Inggris itu menyebutkan bahwa instruksi pemerintah Saudi yang mengharuskan pengurangan volume pengeras suara masjid merupakan satu pertanda baru memudarnya pengaruh dan kekuasaan institusi keagamaan di Saudi pada era kekuasaan Putra Mahkota Mohamed bin Salman.

Pemerintah Saudi membela keputusannya yang membatasi toa masjid tidak lebih dari sepertiga volume dengan alasan bahwa ada keluhan dari warga sekitar masjid, termasuk dari para lansia, atas kebisingan yang ditimbulkan oleh toa masjid.

Keputusan yang dirilis oleh Kementerian Urusan Islam itu juga melarang penggunaan toa untuk bacaan doa dan khutbah sebagaimana lazim dilakukan di banyak negara Islam.

Menteri Urusan Islam Saudi Abdullatif bin Abdulaziz al-Sheikh dalam wawancara televisi resmi mengatakan, “Orang-orang yang memang shalat (berjamaah di masjid) tak perlu menunggu suara imam, mereka harus di masjid sejak awal.”

Beberapa warga konservatif Saudi menanggapi larangan itu dengan menuntut adanya larangan serupa untuk pemutaran musik bervolume keras di berbagai restoran dan kafe.

Para pengamat menilai fenomena baru di Saudi itu sebagai satu pertanda baru perubahan era di Negeri Haramain.

Selama tiga dekade sebelum Mohamed bin Salman menjadi penguasa de facto Saudi, pemutaran musik di kafe dan lain-lain dilarang, namun belakangan ini larangan ini tampak sudah tak berlaku lagi sehingga musik diputar di banyak kafe di Riyadh dan Jeddah, meski masih jarang di kawasan-kawasan yang konservatif. (mm/alalam)

Baca juga:

[Video] Pasukan Saudi di Kandang Sendiri Dihajar oleh Pasukan Yaman, Bin Salman Dibully Netizen Saudi

Ansarullah: Jangan Harap Krisis Yaman Bisa Diselesaikan Jika Koalisi Masih Memblokade

DISKUSI: