Sambut Kunjungan Presiden Israel, Erdogan Jadi Sasaran Caci Maki Warganet Arab

0
97

Kairo, LiputanIslam.com –  Sambutan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan atas kunjungan Presiden Rezim Zionis Israel Isaac Herzog memancing kecaman, ledekan dan amarah dari warganet Arab, yang antara lain meluncurkan tagar “khalifah Muslimin”, Rabu (9/3).

Sebagian warganet menganggap perkembangan dalam hubungan Turki dengan Israel ini membongkar kedok Erdogan yang selama ini getol mengumandang slogan kepedulian kepada urusan umat Islam di seluruh penjuru dunia timur maupun barat.

Seorang pengusaha Mesir, Ashraf Al-Saad, di Twitter memosting gambar-gambar Erdogan dan Herzog disertai komentar tentang Erdogan; “Dia menyantap mangsa bersama srigala dan menangis bersama gembala. Erdogan menyambut saudaranya, Presiden Israel, di Turki, dan menjalin kesepahaman untuk penguatan kerjasama antara keduanya.”

Al-Saad menambahkan, “Berapa banyak negara yang bangsanya telah dihasut oleh Erdogan dan Ikhwan (kelompok Ikhwanul Muslimin – red.) dengan dalih bahwa bangsa-bangsa ini menjalin hubungan dengan Israel, dan betapa saya adalah orang bodoh pertama yang sempat bersama kelompok yang dipimpin Erdogan ini.”

Namun Al-Saad dibalas oleh para pengkritiknya dengan menyebarkan foto-foto pertemuan Presiden Mesir Abdul Fattah El-Sisi dengan Benjamin Netanyahu di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, pada tahun 2018, ketika Netanyahu menjabat sebagai perdana menteri Israel.

Warganet lain, Abdullah Mohammad Al-Naimi juga memosting gambar-gambar Erdogan dan Herzog disertai catatan; “Erdogan dan entitas Zionis bergandeng tangan berpelukan satu sama lain…. Tiba saatnya realitas terungkap… Inilah khalifah Muslimin, yang pekikan Ikhwan tentangnya selalu memekakkan telinga kita.”

Sebagian warganet menyebutkan bahwa Erdogan sebagai orang yang plin-plan dan tak bisa dipegang omongannya.

Pemilik akun Twitter Abnalmasira mencuit; “Apa yang terjadi di dunia ini? Mana otak kalian? Bukankah ini adalah khalifah Muslimin kemarin dan hari ini memulihkan hubungan dengan Yahudi? Segala puji bagi Allah yang telah menguak kedok mereka (Ikhwan) di masa penyingkapan fakta. Ya Allah, kami berlepas diri kepadamu dari mereka yang bersimpuh kepada Yahudi itu”.

Jurnalis Iran Mohammad Gharawi turut mencuit dengan bahasa dan menyatakan; “Inilah khalifah Muslimin, sedang menyambut presiden negara pendudukan, ada banyak orang yang tertelan oleh lidah panjangnya. Mengapa?”

Amar Nasri mengomentari cuitan ini dengan menyatakan; “Dia telah banyak membohongi Muslimin dengan pembelaan atas Palestina.”

Para pegiat medsos Arab juga membuat tagar “normalisasi (hubungan dengan Israel – red.) adalah pengkhianatan”, yang juga sekaligus sebagai reaksi atas normalisasi hubungan beberapa rezim Arab dengan rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

Dr. Mahmoud Al-Qaud menegaskan bahwa bagaimanapun juga Palestina “tetap merupakan kompas bagi kita”, dan bahwa normalisasi adalah tindakan “terkutuk dan tak dapat diterima, baik dilakukan oleh para penguasa Arab maupun Erdogan”, karena “prinsip tak akan berantakan meskipun ada berbagai pembenaran.”(mm/railayoum/twitter)

Baca juga:

Merasa Terancam Balasan Iran, Militer Israel Tingkatkan Status Siaga

Netanyahu Tuding Israel Lemah bak Kelinci

DISKUSI: