Sambil Main Tuduh, Raja Saudi Mengaku Ingin Berdamai dengan Teheran, Ini Tanggapan Media Iran

0
195

Riyadh, LiputanIslam.com –  Raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi mengaku berharap perundingan negaranya dengan Iran dapat membuah kondisi saling percaya antara kedua pihak.

“Kami berharap pembicaraan-pembicaraan awal kami dengan Iran dapat berbuah hasil-hasil signifikan untuk membangun kepercayaan dan persiapan untuk mewujudkan cita-cita bangsa-bangsa kami dalam hubungan kerjasama berdasarkan komitmen pada prinsip dan ketentuan hukum internasional, penghormatan kedaulatan, dan penghentian dukungan kepada kelompok-kelompok teroris dan milisi-milisi sektarian,” ujarnya dalam konferensi video sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, Rabu (22/9).

Raja Salman mengatakan, “Kerajaan (Saudi) mengkonfirmasi pentingnya mengosongkan kawasan Timur Tengah dari senjata destruksi massal, dan mendukung upaya internasional yang bertujuan mencegah Iran dari pengembangan senjata nuklir.”

Dia mengaku “prihatin atas langkah-langkah Iran yang bertentangan dengan kewajiban-kewajibannya dan dengan apa yang selalu ia nyatakan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.”

Dikutip kantor berita Saudi, SPA, Raja Salman menyebutkan bahwa negaranya sangat mementingkan penegakan perdamaian dan stabilitas, mendukung dialog dan solusi damai, dan menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan dan cita-cita bangsa-bangsa menuju esok yang lebih baik di kawasan Timur Tengah dan dunia secara keseruhan.

Mengenai Palestina, dia mengatakan, “Perdamaian adalah opsi strategis untuk kawasan Timur Tengah melalui penyelesaian yang adil dan permanen untuk urusan Palestina berdasar ketentuan hukum internasional dan inisiatif perdamaian Arab, yang menjamin hak bangsa Palestina dalam pendirian negaranya yang merdeka sesuai perbatasan tahun 1967 dengan ibu kota Quds Timur,” imbuhnya.

Mengenai Yaman, Raja Salman menuduh gerakan Ansarullah (Houthi) memanfaatkan penderitaan rakyat Yaman dan kebutuhan mereka yang mendesak kepada bantuan kemanusiaan sebagai kartu tawar menawar dan pemerasan. Dia juga menuding Ansarullah setiap hari menyerang obyek-obyek sipil di wilayah Saudi serta mengancam pelayaran internasional dan bantuan kemanusiaan.

Menanggapi pidato Raja Salman tersebut, situs berita Al-Alam milik Iran menyatakan semua orang mengetahui bahwa Iranlah yang selalu menjulurkan tangan perdamaian kepada negara lain semisal Saudi yang selama ini justru selalu menolaknya karena lebih mengandalkan kekuatan asing semisal AS.

“Dunia tidak akan melupakan wawancara masyhur Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman dengan saluran resmi Saudi Al-Ekhbariya di mana dia bahkan sama sekali menolak prinsip dialog dengan Iran, karena faktor sektarian, dan mengatakan bahwa tak ada titik temu antara Riyadh dan Teheran untuk dialog dan kesefahaman dengan dalih bahwa Iran meyakini akan munculnya Imam Mahdi,” tulis Al-Alam.

Mengenai tuduhan Raja Salman bahwa Iran mendukung kelompok teroris dan milisi sektarian, Al-Alam menyatakan, “Tuduhan demikian lebih layak ditujukan kepada Saudi sendiri, dan bahkan Raja Salman tak perlu bertanya kepada sekutu Baratnya, terutama AS, untuk memberitahunya jika dia lupa siapa yang menciptakan Al-Qaeda, ISIS dan semisalnya di Afghanistan, Pakistan, Irak, Suriah dan berbagai negara lain.”

Al-Alam menambahkan, “Adapun pihak-pihak yang disebutnya sebagai teroris dan milisi sektarian yang didukung Iran tak lain adalah ungkapan-ungkapan yang selama ini diandalkan dalam kamus AS dan Israel dalam menstigma para pemuda Palestina, Irak, Suriah, Lebanon dan Yaman, padahal para pemuda itu bangkit justru demi melawan para teroris sejati AS, Israel dan kaum takfiri, dan berhasil menyelamatkan bangsa dan negara mereka dari kelompok-kelompok takfiri yang dibeking dan dipersenjatai oleh AS, didanai oleh Saudi dan diobati lukanya oleh Israel.”

Al-Alam juga menanggapi klaim-klaim lain Raja Salman terkait program nuklir Iran dan perang Yaman sembari menyebutkan bahwa Iran tetap menjulurkan tangan kepada negara-negara jirannya, termasuk Saudi, dan tak pernah pernah mengubah-ubah kebijakannya yang solid dan prinsipal demi melayani ambisi Gedung Putih.(mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

[Video:] Pidato Lengkap Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi pada Sidang Majelis Umum PBB

Komandan IRGC: Israel Remeh, Iran Galang Kekuatan untuk Kalahkan AS

DISKUSI: