SAA Terus Bergerak Maju di Provinsi Idlib, Turki Kerahkan Ratusan Kendaraan Lapis Baja

0
196

Damaskus, LiputanIslam.com –  Seorang komandan lapangan yang bertempur bersama Pasukan Arab Suriah (SAA) menyatakan bahwa mereka bergerak maju ke arah kota Aleppo dan telah merebut Universitas Ebla di jalur Damaskus-Aleppo.

Kepada kantor berita Jerman, DPA, Jumat malam waktu setempat, komandan itu mengatakan, “SAA pada Jumat sore telah menguasai Universitas Ebla di jalur Damaskus-Aleppo, 35 kilometer dari kota Aleppo dan 13 kilometer dari kota Saraqib di bagian timir provinsi Idlib.”

Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menambahkan bahwa SAA telah mengepung distrik al-Ais dan perbukitannya yang strategis di bagian barat daya Aleppo dari tiga arah (utara, selatan dan timur).”

Al-Alam melaporkan bahwa SAA dan kelompok-kelompok bersenjata sekutunya telah membebaskan kawasan strategis Humaira di bagian selatan provinsi Idlib di zona operasi Aleppo-Idlib.

Dalam perkembangan ini kelompok teroris takfiri yang menamakan dirinya Jund al-Aqsa berusaha merebut kembali kawasan itu dengan mengirim sejumlah kombatannya sehingga terjadi kontak senjata mereka dengan SAA.

Kontak senjata itu berlangsung selama beberapa jam, dan berakhir dengan tewasnya sejumlah teroris yang beberapa di antaranya berstatus komandan, serta hancurnya peralatan tempur mereka. Mayat para teroris itu bergelimpangan di jalan-jalan karena tak sempat dibawa oleh rekan-rekan mereka yang kabur.

Baca: Pemerintah Suriah Resmi Umumkan Keberhasilannya Membebaskan Kota Saraqib

Di sisi lain, pasukan Turki memperkuat pos-pos pantaunya di provinsi Idlib di bagian barat laut Suriah dengan mengerahkan kendaraan-kendaraan pengangkut personil lapis baja yang diangkut dengan truk-truk trailer.

Kantor berita Turki Anatolia melaporkan bahwa sebanyak hampir 150 unit kendaraan lapis baja yang didatangkan dari beberapa provinsi Turki itu tiba dan telah diturunkan di distrik Reyhanli, Provinsi  Hatay, di bagian selatan Turki, lalu digerakkan menuju titik-titik pantau di Idlib dengan sistem pengamanan ketat.

Baca: Tahanan Jabhat Al-Nusra di Aleppo Akui Mereka Didukung oleh Turki dan Arab Saudi

Masuknya konvoi Turki pada hari Jumat itu tercatat setidaknya yang kedua dalam sepekan menyusul meningkatnya pertempuran di barat laut provinsi Idlib dan terjadinya kontak senjata mematikan yang jarang terjadi antara pasukan pemerintah Turki dan Suriah.

Perkembangan itu juga terjadi sehari sebelum para pejabat Rusia tiba di Turki untuk melakukan pembicaraan mengenai situasi di Idlib.

Turki memiliki 12 titik pantau yang didirikan sesuai kesepakatan terkait dengan pengadaan zona de-eskalasi di provinsi Idlib.  (mm/raialyoum/alalam/aljazeera)

DISKUSI: