SAA Masih Bergerak Maju, Turki Ancam Serang “Ekstremis” di Idlib

0
179

Istanbul, LiputanIslam.com –  Turki mengancam akan menyerang para “ekstremis” di provinsi Idlib, Suriah, menyusul kecaman keras Rusia terhadap Turki terkait dengan kawanan teroris di kawasan tersebut.

“Akan digunakan kekuatan di Idlib terhadap orang yang tidak menghargai gencatan senjata, termasuk para ekstremis… Kami akan mengirim unit-unit tambahan untuk memperkokoh lagi gencatan senjata dan demi menekankan bahwa itu berlanjut,” ungkap Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, Kamis (13/2/2020).

Turki dan Rusia telah berulang kali menyatakan pencapaian gencatan senjata di provinsi Idlib sebagai bagian dari upaya mereka untuk mengakhiri pertempuran di Idlib.

Namun, meski ada kesepakatan untuk mengurangi eskalasi antara Ankara dan Moskow, Pasukan Arab Suriah (SAA) melancarkan serangan di Idlib sejak beberapa bulan lalu dengan dukungan angkatan udara Rusia, dengan alasan bahwa Idlib menjadi benteng terakhir kawanan teroris di Suriah.

Ketika operasi militer SAA meluas di Idlib, terjadi saling tuding antara Turki yang menyokong kelompok militan dan Rusia yang mendukung pemerintah Suriah.

Dalam konteks ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Moskow berpartisipasi dalam “pembantaian” warga sipil, sembari mengecam “janji yang belum dipenuhi.”

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov lantas balik menuduh Ankara tidak melakukan upaya untuk “menetralisir para teroris di Idlib,” dan menegaskan kondisi demikian “tak dapat diterima”.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan Turki bertanggung jawab atas “krisis di Idlib,” dan menuduh Ankara “gagal memenuhi kewajibannya mengenai pemisahan antara militan oposisi moderat (Suriah)” dan kelompok-kelompok ekstremis.

Baca: Suriah Sebut Klaim Presiden Turki Omong Kosong

Sementara itu, SAA sendiri masih bergerak maju di bagian barat laut provinsi Idlib dan memperkuat kendalinya atas beberapa desa yang baru direbutnya dalam pergerakan menuju daerah strategis Atarib hingga pintu perbatasan Bab al-Hawa antara Suriah dan Turki.

Dalam perkembangan terbaru, SAA berhasil membebaskan desa Aradah dan desa Syeikh Ali yang terletak di jalur Damaskus-Aleppo dari pendudukan kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra dan para sekutunya.

Bersamaan dengan ini, bala bantuan militer Turki yang terdiri dari tank dan mobil-mobil lapis baja juga tiba di pinggiran provinsi Idlib dan Aleppo.

Baca: Video: Konvoi Militer AS Diserang Warga Suriah, Tentara Rusia Terlibat?

Dalam peristiwa lain, Israel kembali menyerang Suriah dengan menembakkan rudal dari arah Dataran Tinggi Golan.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa unit pertahanan udara Suriah telah membidik obyek-obyek penyerang di angkasa Damaskus dan berhasil merontokkan beberapa di antaranya.

Tanpa keterangan lebih lanjut, SANA menyebutkan bahwa serangan ke ibu kota Suriah itu berasal dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki Rezim Zionis Israel. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI: