Rusia Ungkap Mengapa Suriah Tak Cegat Serangan Terbaru Israel ke Latakia

0
410

Moskow, LiputanIslam.com –  Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengungkap rincian serangan Israel ke Latakia dan faktor yang menyebabkan sistem pertahanan udara Suriah tidak mencegat rudal-rudal Israel dalam serangan ini.

Wakil Direktur Pusat Hmeimim untuk Rekonsiliasi Suriah yang bernaung di bawah Kemhan Rusia, Laksamana Muda Oleg Zhuravlev, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa malam (28/12) menjelaskan, “Pada 28 Desember, dari jam 04:21 hingga 04:26, dua jet taktis tipe F-16 Angkatan Udara Israel dari Laut Mediterania dan tanpa melintasi perbatasan melancarkan serangan dengan empat rudal yang diarahkan ke instalasi di kawasan pelabuhan Latakia.”

Zhuravlev menambahkan, “Serangan Israel ini mengakibatkan kerusakan material kecil pada infrastruktur pelabuhan.”

Dia kemudian menyebutkan bahwa pertahanan udara Suriah tidak menghadapi serangan pesawat Israel tersebut  karena saat itu sebuah pesawat Angkatan Udara Rusia sedang mendarat di lapangan terbang terdekat.

Zhuravlev memastikan bahwa serangan itu tidak menjatuhkan korban dari pihak tentara Suriah.

Pernyataan dua sumber pejabat yang dikutip surat kabar Israel Haaretz mengklaim bahwa target serangan udara tersebut adalah kontainer berisi amunisi Iran.

“Ledakan dan kebakaran besar ini disebabkan oleh ledakan dari amunisi yang disimpan di gudang dekat kargo komersial,” kata salah satu sumber.

Mereka menyebutkan bahwa ini merupakan serangan yang kedua kalinya pada bulan,  dan menyebabkan kerusakan lebih besar daripada serangan sebelumnya, yang juga dilaporkan menarget amunisi Iran pada 7 Desember.

Kantor Berita Suriah, SANA, mengutip sumber militer yang mengatakan, “Sekitar 3:21 dini hari ini musuh, Israel, melakukan serangan udara dengan semburan rudal dari Laut Mediterania, sebelah barat kota Latakia, dan menyasar halaman peti kemas di pelabuhan komersial di Lattakia.”

Sumber itu menambahkan, “Agresi Israel ini menyebabkan kebakaran di tempat itu dan terjadinya kerusakan material yang besar, dan pekerjaan masih berlangsung untuk memadamkan api dan memeriksa hasil agresi.”

Tayangan langsung yang disiarkan oleh televisi pemerintah Suriah memperlihatkan kobaran api dan asap membubung di halaman kontainer.

Saluran resmi Al-Ekhbariya mengutip korespondennya yang mengatakan bahwa sejumlah bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan sejumlah toko dan fasilitas wisata rusak akibat dahsyatnya ledakan. (mm/raialyoum/haaretz)

Baca juga:

Peringati “Perang Al-Furqan”, Para Pejuang Palestina Pastikan Terus Kembangkan Kekuatan

Israel Bersumbar Siap Menyerang Iran Sendirian

DISKUSI: