Peringati “Perang Al-Furqan”, Para Pejuang Palestina Pastikan Terus Kembangkan Kekuatan

0
365

Gaza, LiputanIslam.com –  Di tengah suasana peringatan Perang Al-Furqan tahun 2008 dan gejolak yang sedang terjadi di wilayah pendudukan Tepi Barat, berbagai kelompok pejuang Palestina memastikan keteguhan tekad mereka untuk terus menggalang kekuatan dan berjuang melawan Rezim Zionis Israel.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan bahwa kubu resistensi Palestina  terus meningkatkan kekuatannya untuk melawan Rezim Zionis Israel.

“Kubu resistensi Palestina di Jalur Gaza siap mencegah kemungkinan agresi terhadap Jalur Gaza,” kata juru bicara Hamas Abdul Latif al-Qanou, Senin (27/12).

Kepada Quds Press dia menyebutkan bahwa pasukan perlawanan Palestina, terutama sayap militer Hamas,  Brigade Izzuddin Al-Qassam, mengirim pesan kepada rakyat Palestina dan kepada kaum merdeka di dunia melalui latihan militer bersandi “Pilar Keras ke-2” bahwa brigade ini berada dalam kondisi prima serta lebih kuat dan terus bertekad membela bangsa Palestina serta berjuang meraih hak-hak mereka yang dinistakan oleh kaum Zionis Israel.

Dia menyatakan bahwa kudu resistensi Palestina “telah menggagalkan rencana dan tujuan pendudukan Israel yang diinginkan dalam perangnya di Jalur Gaza, mulai dari Pertempuran Al-Furqan hingga hari ini.”

Al-Qanou menambahkan, “Kubu resistensi bersandar pada basis kerakyatan yang besar dari anak-anak bangsa Palestina kami, dan pada keputusan nasional terpadu untuk mengelola konfrontasi dengan rezim pendudukan Israel.”

Senada  dengan ini, petinggi Gerakan Jihad Islam Palestina, Jamil Mezher, menegaskan,  “Kubu resistensi Palestina mampu mematahkan pamor tentara Israel dan membuatnya bertekuk lutut di hadapan kehendak dan keteguhan bangsa kami, Palestina, dan pasukan perlawanannya.”

Sedangkan juru bicara Gerakan Pembebasan Palestina, Yasser Khalaf, mengatakan bahwa Perang Al-Furqan “telah membentuk tonggak penting dalam sejarah konflik dengan rezim pendudukan (Israel), dan merupakan awal yang sebenarnya dan nyata dari kemenangan kubu resistensi atas rezim pendudukan, yang gagal mencapai tujuannya.”

Khalaf menekankan bahwa “pilihan perlawanan dalam segala bentuknya, terutama perlawanan bersenjata, adalah pilihan strategis bangsa kami untuk mencapai aspirasi di jalan perjuangan mengalahkan rezim pendudukan.”

Orang-orang Palestina sedang memperingati 13 tahun peristiwa “Perang Al-Furqan” yang dipicu oleh agresi Israel di Jalur Gaza pada tahun 2008.  Dalam peristiwa itu para pejuang Palestina bangkit melawan agresi Zionis dengan menyerang permukiman-permukiman Zionis yang berdekatan dengan Jalur Gaza.

Perang itu menggugurkan 1440 orang Palestina, termasuk 400 polisi serta anggota parlemen Palestina Said Sayyam, tokoh Hamas Syeikh Nizar Rayan serta sejumlah petinggi keamanan Palestina. (mm/alalam)

Baca juga:

Israel Bersumbar Siap Menyerang Iran Sendirian

[Video:] Tanggapi Ancaman Iran, Israel Mengaku Siap Hadapi Ribuan Rudal

DISKUSI: