Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Rusia Orbitkan Satelit “Khayyam” Iran, akan Dimanfaatkan dalam Perang Ukraina?

Published 10/08/2022 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Almaty, LiputanIslam.com –   Rusia telah meluncurkan satelit pengintai Iran yang, menurut media Amerika Serikat (AS), dapat digunakan oleh Moskow untuk mendukung serangannya di Ukraina, namun spekulasi ini dibantah oleh Teheran.

Roket Soyuz Rusia, Selasa (9/8), membawa satelit Iran “Khayyam” dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan pada pukul 5:52 GMT atau 11.52 WIB, menurut siaran badan antariksa Rusia Roscosmos.

Menurut Badan Antariksa Iran (ISA), satelit Khayyam ditujukan untuk pemantauan perbatasan negara, peningkatan produktivitas di bidang pertanian, dan pemantauan sumber daya air dan manajemen bahaya alam.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan usai peluncuran satelit tersebut, kepala Badan Antariksa Rusia, Yury Borisov, menyambut baik apa yang disebutnya sebagai “langkah penting dalam kerjasama bilateral Rusia-Iran yang membuka jalan bagi proyek-proyek baru dan lebih besar.”

Menteri Komunikasi Iran Eisa Zarepour menyebut pengorbitan satelit  berbobot 600 kg itu sebagai peristiwa “bersejarah” dan “titik balik untuk awal kerjasama baru di bidang luar angkasa antara kedua negara.”

AS mencurigai program luar angkasa Iran itu lebih bertujuan militer daripada komersial, namun Iran menyebutnya bertujuan sipil dan militer serta tidak menyalahi perjanjian internasional apapun, termasuk perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan sejumlah negara terkemuka dunia, yang lazim disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan yang ditinggal oleh AS pada tahun 2018.

Hanya saja, kali ini otoritas Iran terpaksa membantah tuduhan ataupun spekulasi jenis lain, setelah surat kabar AS Washington Post melaporkan bahwa Rusia “berniat untuk menggunakan satelit itu selama beberapa bulan” dalam serangannya ke Ukraina sebelum menyerahkannya kepada Iran.

ISA Ahad lalu dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi bahwa satelit  Khayyam  adalah milik Iran, dan  bahwa “semua perintah yang terkait dengan kontrol dan pengoperasian satelit ini akan dikeluarkan sejak hari pertama dan segera setelah diluncurkan oleh para ahli Iran di pangkalan antariksa Kementerian Komunikasi dan Informatika.”

ISA menekankan bahwa “pengiriman perintah dan penerimaan informasi dari satelit ini akan dilakukan sesuai dengan algoritma terenkripsi, dan bahwa negara ketiga tidak memiliki akses ke informasi ini, dan dengan demikian tidak benar beberapa rumor yang tersiar bahwa gambar satelit ini digunakan untuk tujuan militer negara lain.”

Jerusalem Post melaporkan keprihatinan para pemimpin Zionis atas peluncuran satelit Iran tersebut.  Surat kabar Israel itu menyebutkan bahwa para pejabat Zionis telah menyatakan keprihatinan mereka atas peluncuran satelit buatan Iran tersebut dan atas minimnya reaksi signifikan dari AS terkait misteri proses peluncurannya.

Pada Oktober 2005, Rusia meluncurkan satelit Iran pertama, “Sina-1”, dari Kosmodrom Plesetsk di barat laut Rusia.

Peluncuran satelit Khayyam dilakukan setelah kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Iran pada 19 Juli lalu, di mana dia menemui Presiden Ebrahim Raisi dan Pemimpin Besar Ayatullah Ali Khamenei, yang menyerukan penguatan “kerja sama jangka panjang” antara kedua negara.

Pada Juni 2021, Putin membantah laporan pers AS bahwa Rusia  berniat menyediakan sistem satelit canggih untuk Iran guna peningkatan kemampuan spionase negara republik Islam ini.

Kegiatan luar angkasa Iran sering mendapat kecaman dari negara-negara Barat karena mereka khawatir Teheran akan meningkatkan keahliannya di bidang rudal balistik dengan meluncurkan satelit ke luar angkasa.

Iran telah meluncurkan sendiri dari wilayahnya beberapa satelit, termasuk satelit militer Noor 2 milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Maret 2022. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Presiden Iran: Kubu Resistensi Lumpuhkan Musuh dan Buka Harapan bagi Palestina

Panglima IRGC: Lebih dari 100,000 Rudal di Lebanon Siap Buka Pintu Neraka bagi Israel

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account