Rusia Nyatakan Ada Dokumentasi Video Keberadaan Pasukan Bayaran Israel di Ukraina

0
326

Moskow, LiputanIslam.com  Juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova, Rabu (4/5), menyatakan bahwa di Ukraina “ada tentara bayaran dari Israel yang berperang bersama dengan ekstrimis Batalion Azov,” dan “Israel tak akan dapat mengabaikan hal ini, terutama karena ada video dan materi yang mendokumentasikannya.”

Zakharova menilai “banyak politisi yang menyibukkan diri dengan memicu perang intelijen tak mungkin ingin mendengar ini. Mendengarnya mereka bahwa pasukan bayaran Israel berperang bersama dengan militan Batalion Azov di Ukraina adalah hal yang baik. ”

Menurut Zakharova, keberadaan pasukan bayaran Israel itu tak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan Israel, dan dia mengaku telah menonton film dan adegan yang direkam dan meninjau kontennya.

Media Israel mengomentari pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dengan menganggapnya sebagai “klimaks yang memutar balik hubungan yang sangat kompleks antara Rusia dan Israel.”

Pada Ahad lalu Lavrov membuat pernyataan “kontroversial” dengan mengatakan, “Fakta bahwa (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky adalah seorang Yahudi tak berarti ketiadaan elemen Nazi di Ukraina.”

Lavrov menyatakan demikian manakala hubungan Rusia-Israel mengalami ketegangan setelah Israel mengumumkan akan “membantu Kyiv melalui ribuan helm dan tameng.”

Presiden Israel Isaac Herzog dalam wawancara dengan Haaretz, Rabu, mendesak Lavrov meminta maaf atas pernyataan tersebut.

“Sebenarnya saya membacanya beberapa kali. Pada awalnya, saya tak percaya menteri luar negeri Rusia mengatakan demikian. Ini membuat saya marah dan muak….  Di antara minggu-minggu itu Lavrov memilih minggu di mana kita mengingat Holocaust, untuk menyebarkan kebohongan mengerikan yang berbau anti-Semitisme. Saya berharap dia menarik kembali kata-katanya dan minta maaf.”

Herzog mengaku tak yakin pernyataan Lavrov itu akan mencelakakan hubungan bilateral, tapi Rusia “mengancam akan melepaskan kabut padanya.”

Sebelumnya, Menlu Israel Yair Lapid menyebut pernyataan Lavrov itu “tak termaafkan dan kesalahan sejarah yang fatal”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Rusia: Hitler Orang Yahudi, Israel Dukung Neo-Nazi di Ukraina

PM Israel Diancam Hingga 3 Kali via Surat dan Medsos

DISKUSI: