Rusia: Klaim Barat Soal Drone Iran Dalih untuk Hentikan Perundingan Wina

0
157

Wina, LiputanIslam.com   Mikhail Ulyanov, perwakilan Rusia di organisasi internasional yang berbasis di Wina, menyebut  klaim yang dibuat oleh negara-negara Barat tentang pengiriman drone Iran ke Rusia sebagai dalih untuk menghentikan pembicaraan Wina mengenai pemulihan perjanjian nuklir dengan Iran (Rencana Aksi Bersama Komprehensif/JCPOA) dan penghapusan sanksi anti-Iran.

“Dugaan pasokan drone adalah alasan canggung untuk membekukan (jika tidak membunuh) #ViennaTalks di #JCPOA. Sepertinya, AS + E3 tergoda untuk beralih ke ‘Rencana B’. Kesalahan besar. Sulit untuk mengharapkan itu rencana seperti bisa menjadi opsi yang kredibel. Kemungkinan besar hanya non-starter,” tulis diplomat Rusia itu dalam sebuah posting di akun Twitter-nya, seperti dikutip MNA, Jumat (6/1)

Ulyanov menambahkan, “Pembicaraan Iran dirusak oleh pasokan drone ke Rusia, 2 pejabat senior AS dan UE memberi tahu saya.”

Pembicaraan untuk menyelamatkan JCPOA dimulai di ibu kota Austria Wina pada April 2021, dengan maksud meninjau keseriusan Washington untuk  bergabung kembali dengan kesepakatan dan menghapus sanksi anti-Iran.

Negosiasi itu terhenti sejak Agustus tahun lalu karena desakan Washington pada pendirian alotnya untuk tidak menghapus semua sanksi yang dijatuhkan pada Iran oleh pemerintahan AS sebelumnya.

Iran bersikuh bahwa AS harus memberikan beberapa jaminan bahwa AS akan tetap berkomitmen pada setiap kesepakatan yang dicapai. (mm/mna)

Baca juga:

Rai al-Youm: Soleimani Diteror karena Gagalkan Proyek Besar AS di Timteng

Majalah Charlie Hebdo Hina Pemimpin Besar Iran, Lembaga Penelitian Prancis di Teheran Ditutup

DISKUSI: