Majalah Charlie Hebdo Hina Pemimpin Besar Iran, Lembaga Penelitian Prancis di Teheran Ditutup

0
142

Teheran, LiputanIslam.com   Kemlu Iran telah memutuskan untuk menutup lembaga arkeologi dan sejarah Prancis yang berbasis di Teheran sebagai protes terhadap tindakan majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo menghina Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Institut Français de Recherche, yang merupakan bagian dari sayap budaya kedutaan Prancis, selama ini mempelajari barang-barang antik peninggalan Persia kuno.

Penutupan itu dilakukan setelah Kemlu Iran menyebut Charlie Hebdo digunakan oleh kaum Zionis untuk menyerang Islam dan menebar kebencian.

Kemlu Iran dalam sebuah pernyataannya, Kamis (5/1), mengutuk tindakan Charlie Hebdo menerbitkan beberapa karikatur yang menghina Ayatullah Khamenei dalam edisi khusus akhir pekan ini. Majalah sayap kanan yang kontroversial itu pada awal Desember lalu mengumumkan kompetisi untuk memproduksi karikatur tersebut.

“Penghinaan Charlie Hebdo mengungkapkan untuk kesekian kalinya bahwa Zionisme telah memanfaatkan media untuk mempromosikan sentimen anti-Islam dan memicu kebencian dan perpecahan di tengah masyarakat,” ungkap Kemlu Iran.

Rabu lalu, Duta Besar Prancis untuk Prancis Nicolas Roche dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Iran untuk mendapat nota protes atas karikatur tersebut.

“Republik Islam Iran sama sekali tidak membiarkan penghinaan terhadap kesucian, dan nilai-nilai Islam, agama, dan nasionalnya,” kata Juru Bicara Kementerian Nasser Kanaani kepada Nicolas Roche dalam pertemuan tersebut.

Kanaani menambahkan, “Prancis tidak memiliki hak untuk membenarkan penistaan kehormatan negara lain dan negara-negara Muslim dengan dalih kebebasan berekspresi.”

Dubes Prancis mengatakan akan menyampaikan protes Iran ke negaranya.(mm/presstv)

Baca juga:

Soal Isu Gender, Ayatullah Khamenei: Posisi Iran Ofensif terhadap Barat, Bukan Defensif

Presiden Iran: Pembalasan Darah Jenderal Soleimani Pasti akan Terjadi

DISKUSI: