Rusia: Iran Ingin Pulihkan Perjanjian Nuklir, Bukan Negosiasi Bertele-tele

0
177

Moskow, LiputanIslam.com –  Wakil Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina Mikhael Ulyanov menyatakan bahwa Iran menginginkan solusi untuk pemulihan perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), bukan perundingan yang bertele-tele.

“90% perselisihan Iran dengan negara-negara Barat mengenai perjanjian nuklir sudah tersolusi,” ujarnya, Selasa (21/9), kepada saluran Al-Arabiya yang disponsori Arab Saudi.

Ulyanov berkeyakinan bahwa 90% perselisihan itu sudah terselesaikan dalam putaran keenam perundingan di Wina pada 20 Juni lalu, dan tersisa 10% sehingga komunikasi harus dilanjutkan secepatnya untuk mensolusi sedikit sisa tersebut.

Dia lantas mengatakan, “Teheran juga menginginkan solusi di akhir perundingan, bukan pembicaraan yang bertele-tele, dan saya kira semua pihak perunding juga memiliki pandangan yang sama.”

JCPOA yang diteken Iran bersama lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China) plus Jerman pada tahun 2015 terancam buyar sejak Amerika Serikat (AS) keluar darinya secara sepihak pada tahun 2018.

Perjanjian ini menetapkan batas uranium yang diperkaya sebanyak 300 kg dalam bentuk senyawa tertentu, yang setara dengan 202,8 kg uranium. Namun, cadangan Iran belakangan mencapai beberapa kali lipat dari batas yang ditentukan, menurut laporan rahasia IAEA yang dibagikan ke negara-negara anggota.

Sejak AS di masa pemerintahan Donald Trump menarik keluar negaranya dari JCPOA dan lalu menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap ekonomi Iran sebagai bagian dari kampanye “tekanan maksimum”, Teheran membalasnya dengan mengurangi kepatuhannya kepada JCPOA yang bertujuan terutama mencegah Iran mengembangkan bom nuklir, hal yang berulangkali dibantah Teheran.

Sejak April 2021 Wina diwarnai perundingan Iran dengan negara-negara tersebut, kecuali AS, untuk menghidupkan kembali JCPOA setelah pengganti Trump, Joe Biden, berulang kali menyatakan hasratnya untuk mengembalikan AS kepada JCPOA. Meski demikian Uni Eropa dan Washington mengkonfirmasi keterlibatan AS dalam perundingan itu namun tanpa berkomunikasi langsung dengan pihak Iran.

Iran sendiri menolak berunding langsung dengan AS sebelum Negeri Paman Sam ini mencabut sanksinya terhadap Iran, sementara AS menekankan prinsip selangkah dibalas selangkah. (mm/alalam/railayoum)

Baca juga:

Pidato untuk PBB, Presiden Iran: Tanpa Jenderal Soleimani, ISIS Sudah Menjadi Tetangga Eropa

Jenderal Iran: Terkepung Poros Resistensi, Israel Sadar Tak Mampu Bertahan dalam Perang

DISKUSI: