Rusia Bantah Laporan PBB Soal Keterlibatan Iran dalam Serangan ke Kilang Minyak Saudi

0
130

Moskow, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan PBB tidak menyertakan bukti yang meyakinkan dalam laporannya yang menuding Iran terlibat dalam serangan ke fasilitas minyak Saudi.

Belum lama ini, Reuters mengutip laporan Sekjen PBB Antonio Guterres yang menyebutkan bahwa rudal jelajah yang digunakan untuk menyerang fasilitas perusahaan minyak Aramco dan bandara di Arab Saudi pada tahun 2019 adalah “asal Iran”.

Zakharova, Rabu (17/6/2020), mengatakan, “Di antara bukti yang diklaim tak terbantahkan adalah tulisan dalam bahasa Persia. Ini, tentu saja, mengingatkan kita pada kasus-kasus sebelumnya di mana kesimpulan diambil tentang keterlibatan negara-negara dalam kejahatan-kejahatan palsu, di mana bahasa ini atau itu digunakan.”

Dia menyebut semua tulisan itu bisa saja dibuat oleh “orang-orang yang dengan biaya berapapun berusaha membuktikan kejahatan Iran”.

Baca: PBB Hapus Koalisi Arab dari Daftar Hitam, Begini Kecaman Ansarullah Yaman

Zakharova mengatakan, “Yang menimbulkan keprihatinan khusus ialah bahwa sebagian bukti anti-Iran itu didasarkan pada hasil pencegatan angkatan laut AS dan Australia terhadap kapal-kapal tertentu di perairan internasional. Laporan itu tidak menyebutkan fakta bahwa kegiatan-kegiatan ini sejujurnya menyerupai pembajakan, yang dengan sendirinya melangkahi standar kerjasama antaranegara dan hukum internasional.”

Baca: Rusia Dilaporkan Menyuplai Senjata Tentara Suriah untuk Serangan Baru di Idlib

Pada 17 Agustus 2019, kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengumumkan pihaknya telah melancarkan “operasi terbesar” – sejak dimulainya invasi militer koalisi pimpinan Saudi di Yaman – yang menyasar ladang dan kilang minyak Aramco di wilayah timur Saudi. Namun, Saudi dan AS mengklaim bahwa Iranlah pelaku sebenarnya serangan besar yang sempat melumpuhkan produksi minyak Saudi tersebut, dan Iranpun membantahnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI: