Rouhani Tuding UEA dan Bahrain Berusaha Menyediakan Pangkalan untuk Israel

0
93

Presiden Iran, Hassan Rouhani. Sumber foto: Times of Israel

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain serta menuding keduanya berusaha menyediakan pangkapan militer untuk Rezim Zionis Israel.

Dalam rapat mingguan pemerintahannya, Rabu (16/9/2020), Rouhani mula-mula mengecam keras normalisasi dua negara jirannya itu dengan Israel, menyebutnya sebagai “kebodohan strategis” yang mencapai batas “pengkhianatan”, dan menyatakan bahwa rezim Zionis setiap hari melakukan kejahatan di Palestina.

Ditujukan kepada UEA dan Bahrain dia memperingatkan, “Bagaimana kalian sampai menjulurkan tangan kepada Israel, dan kemudian hendak memberinya pangkalan di kawasan? Semua dampak fatalnya akan jatuh ke pundak kalian, kalian melakukan tindakan ilegal terhadap keamanan kawasan.”

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meneken dua perjanjian normalisasi hubungan, masing-masing bersama Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani di Gedung Putih, Amerika Serikat (AS).

Dengan demikian, UEA dan Bahrain masing-masing menjadi negara ketiga dan keempat yang meneken perjanjian damai dengan Israel setelah Mesir pada tahun 1979 dan Yordania pada tahun 1994. Sebagaimana Israel, dua negara Arab Teluk Persia itu memusuhi Iran yang juga sangat dimusuhi oleh AS

Pemimpin Besar Iran pada awal September lalu menilai UEA “mengkhianati dunia Islam”. Sekira dua pekan kemudian, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut perjanjian normalisasi dengan Israel sebagai “kebodohan strategis” yang tidak akan menghasilkan apapun kecuali “menguatnya Poros Resistensi”. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

UEA dan Bahrain Tandatangani Perjanjian Damai dengan Israel, Masih Ada 5-6 Negara Lagi?

Para Pemimpin Palestina Sebut Perjanjian UEA dan Bahrain dengan Israel Sia-Sia Belaka

DISKUSI: