Rouhani Sebut Kerusuhan Berdarah di Capitol Bukti Kegagalan Demokrasi Barat

0
63

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menilai insiden kerusuhan berdarah di gedung Capitol, Washington, Amerika Serikat (AS), Kamis (7/1), sebagai bukti kelemahan dan kerapuhan demokrasi Barat.

“Apa yang kita lihat di AS kemarin malam menunjukkan kehancuran demokrasi Barat di dunia,” komentar Rouhani.

Dia menambahkan, “Semua orang melihat apa yang dilakukan suatu massa terhadap negaranya dan merusak reputasi negaranya di gelanggang internasional.”

Mengenai kebijakan luar negeri AS, Rouhani menilai Trump telah menciptakan masalah serius dalam hubungan AS dengan dunia luar dan menimbulkan kerusakan parah di di Palestina, Suriah dan Yaman, dan insiden Capitol menjadi pelajaran bagi penguasa Gedung Putih berikutnya maupun  bagi khalayak internasional.

Rouhani kemudian kembali menekan apa yang harus dilakukan AS di bawah kepresidenan Joe Biden nanti terhadap Iran.

“Pemerintah AS berikutnya di bawah Biden harus mengkompensasi kerugianyang diderita rakyat Iran,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Kami mengharapkan presiden terpilih AS Biden dapat mengembalikan kondisi internasional ke status sebelumnya dan mematuhi undang-undang dan regulasi, karena kembalinya AS kepada komitmen internasionalnya akan menjadi kepentingannya sendiri dan juga kepentingan dunia.”

Sebelumnya pada hari itu, massa pendukung Trump menyerbu gedung Capitol AS, menghancurkan properti dan menduduki ruang rotunda, ketika Kongres hendak mengesahkan kemenangan presiden Joe Biden dari Partai Demokrat dalam pilpes.

Setidaknya empat orang tewas dan 52 lainnya ditangkap dalam insiden berdarah di gedung Kongres AS tersebut, dan kini Trump mendapat kecaman dan tuntutan dari berbagai pihak atas peristiwa berdarah itu. Akun Trump di berbagai media sosial serta Youtube bahkan juga ditutup. (mm/mna)

Baca juga:

Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol Amerika

Rouhani Desak Biden Mengkompensasi Kesalahan AS di Masa Lalu

DISKUSI: