Rouhani: Meski Dikenai Sanksi, Iran Lebih Baik daripada Eropa dalam Perangi COVID-19

0
417

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menilai negaranya yang dikenai sanksi dan embargo oleh AS masih dapat bekerja lebih baik daripada negara-negara Eropa dalam memerangi virus corona novel (COVID-19).

“Korban kematian virus corona di Iran 7%, sementara angka menunjukkan 22% kematian di beberapa negara Eropa,” ujar Rouhani saat berbicara di Markas Besar Perang Nasiona Melawan Virus Corona di Teheran, Ahad (12/4/2020).

Ditujukan kepada negara-negara Eropa dia mengatakan, “Kami bertindak lebih baik daripada Anda dalam memerangi virus corona, berkat upaya orang-orang, staf medis, radio dan TV negara, Angkatan Bersenjata, dunia maya, dan para seniman. Alasannya adalah bahwa kami semua bahu membahu dan bersatu, sedangkan Anda tidak demikian.”

Dia menambahkan, “Sebagaimana Anda, kami menghadapi masalah virus corona, namun kami juga berurusan dengan virus sanksi, yang lebih buruk daripada virus corona, sedangkan Anda tidak memiliki masalah ini.”

Rouhani kemudian menyatakan bahwa Teheran berhasil mengandaskan upaya Washington di pengadilan Eropa untuk memblokir dan menyita aset Teheran dan menyerahkankannya kepada apa yang disebut AS sebagai korban serangan teror 9/11.

Baca: Pemimpin Iran: Jangan Sampai Wabah Corona Melalaikan Kita dari Konspirasi Arogansi Dunia

Gubernur Bank Sentral Iran (CBI ) Abdolnasser Hemmati Rabu menyatakan bahwa pengadilan di Luxembourg telah memenangkan Iran dalam sengketa dana lebih dari $ 1,6 miliar dana milik Iran yang dipegang oleh Clearstream, sebuah lembaga penyimpanan surat berharga, dan hendak diblokir dan disita oleh Washington.

“Melalui tindak lanjut upaya hukum CBI, sepak terjang AS untuk menyita dan mentransfer dana CBI di Eropa tergagalkan,” katanya.

Gubernur CBI mengatakan bahwa Iran pertama-tama memenangkan kasus hukum agar dana di Luxembourg diblokir dan kemudian pengadilan kedua di negara kecil Eropa mengeluarkan vonis sementara untuk mencegah transfer dana itu ke AS.

Iran membantah keras tuduhan terlibat dalam serangan 11/9 yang menerjang Menara Kembar WTC yang New York, AS pada tahun 2001, dan menyebut tuduhan itu bermotivasi politik.

Baca: Hampir Separuh Dari Total Jumlah Pasien COVID-19 di Iran Sembuh

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour, Ahad, menyatakan sebanyak 1.657 kasus baru infeksi COVID-19 telah diidentifikasi di negara ini sehingga jumlah total pasien meningkat menjadi 71.686 dengan kematian 4.474 pasien, termasuk 117 dalam 24 jam terakhir.

Pandemi COVID-19 melanda hampir semua negara dan wilayah di seluruh dunia, dan telah menewaskan lebih dari 108.800 orang serta menginfeksi lebih dari 1,78 juta lainnya di seluruh dunia. (mm/fna)

DISKUSI: