Hampir Separuh Dari Total Jumlah Pasien COVID-19 di Iran Sembuh

0
876

Teheran, LiputanIslam.com –  Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa jumlah orang yang terinfeksi virus corona (COVID-19) di negara ini telah meningkat menjadi 64.586, namun sebanyak 29.812 pasien sembuh.

“1.997 pasien baru yang terinfeksi virus COVID-19 telah diidentifikasi di negara itu sejak kemarin berdasarkan kriteria diagnosis yang dikonfirmasi,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour, Rabu (8/4/2020).

Dia menambahkan bahwa dengan demikian maka jumlah pasien COVID-19 di Iran bertambah menjadi 64.586 dengan 3.993 kematian, termasuk 121 orang  yang meninggal dalam 24 jam terakhir.

Jahanpour juga menyebutkan bahwa kesembuhan pasien mengalami percepatan, dan sebanyak 29.812 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit.

Dia mencatat bahwa sejauh ini di Iran telah dilakukan 229.975 tes diagnosis COVID-19, dan  sebanyak 3.956 pasien berada dalam kondisi kritis.

Sehari sebelumnya, Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki menekankan langkah-langkah efektif agar wabah ini di Iran dapat dikendalikan pada akhir Mei mendatang.

Baca: Tetap Dikenai Sanksi “Anti-Kemanusiaan” AS, Iran Pacu Produksi Dalam Negeri untuk Lawan COVID-19

“Negara ini sekarang berada dalam fase manajemen penyakit dan kita tidak boleh membayangkan bahwa kita telah mencapai fase pengekangan dan pengendalian. Hari ini adalah waktu untuk pertempuran penuh melawan virus ini. Insya Allah, kami akan mengendalikan virus corona pada akhir Mei. Virus ini harus dikontrol dalam waktu seminimal mungkin, ”terang Namaki kepada para anggota parlemen Iran dalam sebuah sesi terbuka di Teheran.

Dia mencatat bahwa setidaknya 30% hingga 50% ranjang rumah sakit masih kosong di Iran dan hampir 15.000 ranjang tersedia untuk merawat pasien.

“Kami sekarang telah pindah ke tangki ke-6 dalam hal kematian,” kata Namaki.

Baca: Tiga Kelompok di Iran Berjuang Membuat Vaksin COVID-19

Dia optimis bahwa kondisi negara ini dalam perawatan pasien akan membaik dalam beberapa hari ke depan.

Pandemi COVID-19 melanda hampir semua negara dan wilayah di seluruh dunia. Virus yang pertama kali dilaporkan di pusat kota Wuhan di Cina pada akhir tahun lalu itu sejauh ini telah menewaskan lebih dari 83.000 orang dan menginfeksi lebih dari 1,44 juta lainnya secara global. (mm/fna)

DISKUSI: