Rouhani kepada Macron: Tak Ada Perundingan lagi Soal Nuklir

0
106

Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa pencabutan sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan dan menghidupkan kembali perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Selasa (2/3), Rouhani mengingatkan bahwa JCPOA merupakan perjanjian multilateral di bawah Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 sehingga tak dapat dinegosiasikan ulang dengan cara dan alasan apapun, sedangkan cara untuk mempertahankan dan menghidupkannya tak lain adalah pencabutan sanksi AS.

Rouhani juga memperingatkan bahwa hilangnya kesempatan untuk mempertahankan dan menghidupkan kembali JCPOA dapat membuat situasi menjadi lebih sulit.

“Pengurangan secara bertahap kewajiban JCPOA oleh Iran disebabkan oleh penarikan AS dari JCPOA pada 8 Mei 2018 dan ketidakmampuan tiga negara Eropa (Prancis, Inggris dan Jerman) memenuhi kewajiban mereka di bawah JCPOA, yang dapat dibatalkan segera setelah pemenuhan kewajiban oleh pihak lain yang terlibat dalam pembicaraan nuklir,” lanjut Rouhani.

Presiden Iran juga menegaskan bahwa negaranya tetap bekerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kerjasama kami dengan IAEA terus berlanjut, dan kami tidak pernah meninggalkan Dewan IAEA,” katanya.

Hal itu dikatakan Rouhani setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta Teheran segera mengajukan usulan yang jelas untuk memungkinkan pengadaan lagi dialog mengenai JCPOA yang diteken Iran dan enam negara terkemuka dunia pada tahun 2015.

Macron juga mengaku sangat menyayangkan apa yang disebutnya keputusan Iran melanggar perjanjian nuklir.

“Sangatlah penting Teheran kembali mematuhi dan bekerjasama penuh dengan IAEA,” ujarnya.

Belakangan ini Teheran terus menurunkan taraf komitmennya kepada JCPOA dalam rangka menekan Presiden AS Joe Biden agar mencabut sanksi AS terhadap Iran demi menghidupkan kembali JCPOA, sementara AS mendesak Iran untuk terlebih dahulu mematuhi perjanjian itu, padahal apa yang dilakukan Iran tak lain merupakan reaksi atas keluarnya AS dari perjanjian itu di masa kepresiden Donald Trump. (mm/mna/railayoum)

Baca juga:

Ledakan Kapal Israel Helios Ray di Laut Oman, Terkena Rudal atau Ranjau?

[Video]: Pertama Kali, AS Rilis Rekaman Video Serangan Rudal Iran ke Ain Assad

DISKUSI: