Rouhani: Iran Bertempur di Dua Front, Melawan Covid-19 dan Sanksi AS

0
451

Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa tidak seperti negara-negara lain yang hanya berjibaku melawan pandemi corona (Covid-19), Iran “bertempur” di dua front, satu melawan virus dan yang lain melawan sanksi AS.

“Kita tahu bahwa hari-hari ini, bekerja tidaklah mudah dengan protokol kesehatan yang harus diperhatikan, tapi seperti yang dikatakan Pemimpi Besar (Ayatullah Sayid Ali Khamenei), tahun ini adalah tahun Lonjakan Produksi dan kami berharap tren ini berlanjut dengan baik,” tutur Presiden Rounhani, Kamis (16/4/2020).

“Warga kami harus tahu bahwa meskipun tahun ini adalah tahun yang sulit dan seperti yang telah saya katakan berkali-kali, kami memerangi dua virus; sanksi dan virus corona. Kami akan melakukan yang terbaik agar masyarakat dapat memiliki kehidupan yang relatif baik, ” imbuhnya.

Rouhani menekankan bahwa pemerintah, perusahaan swasta dan publik, lembaga dan semua bagian negara Iran tidak akan pernah duduk diam barang sejenak demi pembangunan negara mereka meskipun sambil berjuang melawan sanksi dan Covid-19 dalam dua front sekaligus.

“Kami berharap bahwa meskipun ada kesulitan, Sang Maha Kuasa melimpahkan tahun yang baik kepada rakyat kami dan menyembuhkan semua pasien. Salam kami kepada jiwa-jiwa semua orang yang telah mengorbankan diri demi kesehatan masyarakat bekalangan ini, ” harapnya.

Baca: Pasukan Elit Iran Kembangkan Sistem Pintar Identifikasi Cepat Covid-19

Dia melanjutkan, “Insya Allah, rakyat akan melanjutkan tren ini dengan koordinasi, kerja sama dan integrasi di bidang pengembangan dan produksi di negara ini.”

Baca: Iran Berobsesi Membuat Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Di hari yang sama, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour mencatat bahwa 1.606 kasus baru infeksi Covid-19 teridentifikasi di negara ini dalam 24 jam terakhir, sembari menyebutkan bahwa hampir 67% dari total jumlah pasien yang meningkat menjadi 77.995 telah sembuh, sementara yang meninggal dunia 4.869 orang, termasuk 92 orang dalam 24 jam terakhir, dan sebanyak 3,594 pasien berada dalam kondisi kritis.

Dia juga menyebutkan bahwasejauh ini sebanyak 310.340 tes diagnosis Covid-19  telah dilakukan di negeri mullah ini. (mm/fna)

DISKUSI: