Pasukan Elit Iran Kembangkan Sistem Pintar Identifikasi Cepat Covid-19

0
533

Teheran, LiputanIslam.com –   Pasukan Elit Iran Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menginformasikan tentang pembuatan sistem yang dinamai “Mostaan” dengan kemampuan identifikasi cepat Covid-19 di semua jenis lingkungan.

Sistem itu tergolong pintar dan unik di dunia, yang dikembangkan oleh para ilmuwan pasukan relawan Iran (Basij) dan diresmikan dalam sebuah upacara yang diikuti oleh Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami,  Komandan Basij Brigjen Gholamreza Soleimani, Wakil Komandan IRGC untuk Kesehatan, Pelatihan Medis dan Urusan Pertahanan Biologi Brigjen Ahmad Abdollahi, dan Kepala Universitas Ilmu Kedokteran Baqiyatallah, Teheran, yang bekerja di bawah pengawasan IRGC.

“Sistem ini dapat mendeteksi area yang terkontaminasi virus corona dari jarak 100 meter dalam 5 detik dan tidak perlu mengambil darah dari pasien dan telah diuji di rumah sakit yang berbeda dan menunjukkan kinerja positif dalam 80% kasus,” ungkap Salami, Rabu (15/4/2020).

Dia menyatakan IRGC telah mendirikan sebuah pangkalan penyediaan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah besar rumah tangga kurang mampu untuk kepulihan dari Covid-19 Covid-19.

“Pangkalan Imam Hassan Mojtaba (AS) telah dibentuk mengikuti pedoman Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya di televisi belum lama di mana beliau menekankan dukungan bagi masyarakat miskin dan rentan pada malam bulan suci Ramadhan, ” kata Jenderal Salami sembari menyinggung pengiriman 3,5 juta paket bantuan untuk warga.

Segera setelah pernyataan Ayatullah Khamenei, panglima IRGC dan para kepala lembaga amal menyelenggarakan rapat untuk mendirikan pangkalan bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan untuk memberikan bantuan kepada rumah tangga Iran yang kurang mampu selama negara dilanda wabah Covid-19.

Baca: Militer Iran Mengaku Tak Terpengaruh Wabah Covid-19

Terapi Plasma

Sementara itu, seorang pejabat senior medis Iran mengatakan bahwa terapi plasma yang digunakan di sejumlah rumah sakit di seluruh wilayah negara ini telah menunjukkan hasil 50% lebih baik daripada metode lain yang digunakan untuk mengobati pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Proyek (terapi plasma) ini dimulai di Iran pada bulan Maret dan berlanjut hingga sekarang. Basis utama pelaksanaan proyek ini adalah rumah sakit Baqiyatallah  dan Organisasi Transfusi Darah juga telah bekerja sama dengan baik dalam melaksanakan proyek ini, ” ungkap Kepala Sekolah Tinggi Farmasi Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Baqiyatallah, Ilmu Kedokteran Abdol Majid Cheraq Ali, Rabu.

Baca: Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Iran Turun ke Bawah 100/Hari Dalam 1 Bulan

Dia menambahkan bahwa 150 pasien Covid-19 telah dirawat sejauh ini melalui penerapan metode terapi plasma di rumah sakit Baqiyatallah.

“Informasi utama kami menunjukkan bahwa metode perawatan ini telah 50% lebih efektif daripada yang lain,” terang Charaq Ali. (mm/fna)

DISKUSI: