Menjelang Pelantikan Biden, Washington Menjadi Kota Hantu

0
270

Washington, LiputanIslam.com –Pertama kalinya dalam sejarah AS, ibukota Washington DC diliputi suasana sepi dan mencekam seperti kota hantu. Situasi ini terjadi menjelang pelantikan Biden sebagai presiden AS ke-46. Berdasarkan jadwal yang sudah dirilis, Joe Biden dan Kamala Harris akan dilantik di Gedung Capitol, Washington, Rabu (20/1/2021) mulai pukul 11:30 waktu setempat (pukul 23.30 WIB). Pada acara pelantikan, Biden dan Harris akan mengucapkan sumpah.

Situasi mencekam menjelang pelantikan itu dipicu oleh sejumlah rumor yang banyak beredar terkait dengan kemungkinan terjadinya kerusuhan dan bahkan bentrokan bersenjata akibat ketidakpuasan para pendukung Trump yang makin meluas. Ditambah dengan pembatasan sosial yang selama ini juga sudah diberlakukan terkait dengan situas pandemi di AS, sebagai negara dengan jumlah penderita COVID-19 terbesar di dunia.

Suasana di Wahshington DC sejak kemarin terasa sangat berbeda. Tidak ada perayaan-perayaan di pinggir jalan, tidak ada hiasan, tidak ada pelancong dari luar Washington untuk melihat presiden baru. Jalanan berul-betul steril. Kehadiran puluhan ribu personil Garda Nasional membuat situasi terlihat makin mencekam. Mereka ditempatkan di berbagai sudut kota Washington dengan konsentrasi terbesar di Gedung Capitol sebagai tempat pelantikan dan sumpah jabatan. Dua pekan sebelumnya, gedung yang menjadi tempat sidang pengesahan hasil pilpres itu diserbu pendukung Donald Trump, hingga menewaskan lima orang.

Berdasarkana keterangan pers yang disampaikan panitia acara pelantikan (Komite Kongres Gabungan untuk Upacara Pelantikan), acara pelantikan itu dipastikan tidak akan dihadiri oleh masayarakat umum yang biasa memadati National Mall untuk menyaksikan acara pelantikan. Seperti dikutip New York Times, biasanya, panitia mendistribusikan ratusan ribu tiket ke upacara pengambilan sumpah bagi anggota Kongres untuk mengundang konstituen. Tahun ini, tiket tidak tersebut tidak lagi dicetak.

Kongres meminta warga agar tinggal di rumah dan berpartisipasi dalam acara pengukuhan virtual untuk mencegah kerumunan besar yang dapat dengan mudah menyebarkan Covid-19. Tentu saja, sebagaimana yang disampaikan banyak pengamat, pesan utama dari pengumuman itu lebih mengarah kepada aspek keamanan perayaan, bukan pada masalah pencegahan pandemi.

Undangan yang diperkenankan hadir, selain anggoa Kongres, juga para pejabat tinggi nasional, para mantan presiden, serta sejumlah selebriti ternama. Presiden AS ke-43 George W. Bush telah mengkonfirmasi bahwa dia dan istrinya akan hadir di Hari Pelantikan. Barack Obama dan Bill Clinton juga diperkirakan akan hadir bersama dengan mantan ibu negara Michelle Obama dan Hillary Clinton. Akan tetapi, mantan Presiden Jimmy Carter, mengumumkan bahwa dia dan istrinya tidak akan hadir. Ini akan menjadi pelantikan presiden pertama yang dilewatkan Carter sejak dia dilantik. Laporan menyatakan bahwa Carter yang sudah berusia sangat tua (96 tahun) tidak bisa hadir karena faktor kesehatan. (os/New York Times/tempo)

DISKUSI: