Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Ibu Kota Iran, Ada Apa?

0
196

Teheran, LiputanIslam.com   Ribuan orang berdemonstrasi di Teheran, ibu kota Iran, untuk menandai  peringatan ke-13 peristiwa aksi unjuk rasa nasional tahun 2009 yang mengakhiri kerusuhan pasca pemilu saat itu.

Massa demonstran yag berkumpul di Bundaran Imam Hossein, Kamis (29/12), mengutuk aksi kekerasan dan sabotase yang dilakukan oleh para perusuh dan pengacau yang didukung asing.

Peristiwa itu, yang dikenal sebagai epik 9 Dey, mengacu pada unjuk rasa akbar yang diadakan di Teheran dan kota-kota lain pada tanggal 9 bulan Dey dalam kalender Persia, yang bertepatan dengan 30 Desember, untuk mendukung Republik Islam.

Jutaan pengunjuk rasa berhasil mengembalikan ketenangan Iran setelah negara ini berbulan-bulan dilanda perselisihan politik dan kerusuhan yang disponsori asing, dan mengakhiri apa yang oleh otoritas Iran disebut sebagai hasutan pasca pilpres Juni 2009.

Setiap tahun, warga Iran menandai peringatan peristiwa itu dengan aksi unjuk rasa, yang pada tahun ini bertepatan dengan peringatan tiga tahun gugurnya jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), di tangan pasukan AS di Baghdad, ibu kota Irak.

Selain itu, demonstrasi tahun ini terjadi setelah lebih dari tiga bulan kerusuhan pasca kematian wanita Kurdi Iran Mahsa Amini, 22 tahun.

Amini meninggal di rumah sakit tiga hari setelah dia pingsan di sebuah kantor polisi di Teheran pada 16 September. Penyelidikan mengaitkan kematiannya dengan kondisi medisnya, dan menepis tuduhan bahwa dia telah dianiaya oleh polisi.

Dalam komunike yang dirilis di akhir aksi unjuk rasa hari Kamis, para demonstran menegaskan bahwa kerusuhan jalanan sekarang telah berakhir di Iran, dan bahwa musuh lantas mulai membalas dendam melalui sanksi serta gangguan sistem moneter dan pasar valuta asing dengan tujuan menciptakan masalah ekonomi bagi masyarakat.

Para pengunjuk rasa juga mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Bersenjata Iran dan mengapresiasi upaya dan langkah aparat keamanan dan intelijen dalam mempertahankan keamanan nasional.

“Kami tidak akan mentolerir niat jahat apa pun terhadap keamanan dan integritas wilayah negara kami, dan jika ada kemungkinan ancaman, maka kami sepenuhnya siap bersama dengan Angkatan Bersenjata untuk menghadapi musuh dan memberikan tanggapan kepada negara agresor untuk membuatnya menyesali tindakannya,” bunyi komunike itu.

Para demonstran juga menyerukan tindakan tegas terhadap para perusuh dan pelaku aksi kekerasan. (mm/presstv)

Baca juga:

Menlu Iran: Perundingan Nuklir akan Buyar jika AS dan Sekutunya Masih Hipokrit

Soal Kerusuhan di Paris, Pejabat HAM Iran Kecam Standar Ganda Eropa

DISKUSI: