Remaja Dihukum Mati oleh Saudi Hanya Lantaran Menyedian Takjil kepada Oposisi

0
115

Riyadh, LiputanIslam.com   Sebuah organisasi peduli hak asasi manusia (HAM) internasional menyatakan pengadilan Saudi telah menjatuhkan hukuman mati kepada seorang remaja hanya lantaran menyediakan takjil, makanan yang disajikan untuk berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, kepada lawan-lawan politik buronan Kerajaan Saudi.

Organisasi Saudi Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ESOHR), dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter-ny, Ahad (6/11), mengidentifikasi remaja itu bernama Ahmed Al-Daghaam.

Laporan itu muncul ketika para aktivis HAM memperingatkan bahwa otoritas Saudi berencana mengeksekusi delapan remaja dari Qatif, wilayah yang penduduknya bermazhab Syiah di Provinsi Timur Saudi.

Para aktivis telah melakukan kampanye dengan tagar berbahasa Arab yang berarti “hentikan pembantaian” untuk menuntut penghapusan hukuman mati yang dijatuhkan kepada anak-anak di bawah umur.

Mereka menyebutkan sederet nama para remaja tersebut, yaitu;  Abdullah al-Howaiti, Abdullah al-Derazi, Ali al-Sabiti, Hasan Zaki al-Faraj, Jalal Al Labad, Mahdi al-Mohsen, Javad Qariris dan Yousef al-Manasif.

Para aktivis menyebutkan bahwa Kantor Kejaksaan Agung Saudi telah menjatuhkan hukuman mati kepada Al-Manasif dan minimal lima orang lainnya, termasuk seorang remaja bernama Sajjad Al Yassin, karena murtad, menurut dokumen persidangan.

Mereka melanjutkan bahwa enam orang ini telah diadili di Pengadilan Kriminal Khusus (SCC) Arab Saudi sejak September 2019. (mm/presstv)

Baca juga:

Kepada MBS, Pegiat Medsos Arab Tegaskan Penistaan Haramain Bukan Urusan Dalam Negeri

Saudi Adakan Halloween, Dahi Khalfan: Pukulan bagi Arab dan Islam

DISKUSI: