Ratusan Alim Ulama Mauritania Haramkan Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
156

Nouakchott, LiputanIslam.com –  Tak kurang dari 200 alim ulama negara Mauritania sepakat mengeluarkan fatwa yang mengharamkan normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Melalui fatwa yang diteken bersama dalam sebuah forum di Masjid Jami’ Al-Tawfiq, Nouakchott, ibu kota Mauritania, Ahad (31/1), ratusan ulama itu menegaskan bahwa menjalin hubungan dengan “rezim perampas tanah Palestina dan pelaku pendudukan Baitul Maqdis dan sekitar adalah haram dan tak boleh dilakukan dalam keadaan apapun.”

Mereka juga menegaskan, “Normalisasi itu merupakan dukungan penuh kepada para Zionis perampas atas segala yang mereka lakukan berupa blokade, pembunuhan, penghancuran, dan sama sekali tak ada hubungannya dengan perdamaian.”

Para ulama itu menyerukan kepada pemerintah Mauritania agar tetap konsisten kepada apa yang sudah pernah ia nyatakan sebelumnya bahwa negara ini tak berniat menormalisasi hubungan dengan Israel.

Para ulama terkemuka yang menandatangani fatwa itu antara Allamah Syeikh Mohammad Al-Hasan Ould Al-Dido.

Mauritania memutus hubungan dengan Israel pada tahun 2009 menyusul pecahnya perang Israel terhadap Gaza. Belakangan ini sumber-sumber media Israel dan AS melaporkan bahwa Mauritania berniat menormalisasi hubungan dengan Israel seperti dilakukan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko. (mm/raialyoum/alakhbar)

Baca juga:

UEA Gusar Pejabat Israel Sebut Penerbangan Dubai-Tel Aviv Perburuk Pandemi Covid di Israel

Jenderal Iran: Hitungan Mundur Kehancuran Israel Makin Cepat Jika  Salah Perhitungan terhadap Iran

DISKUSI: