Jenderal Iran: Hitungan Mundur Kehancuran Israel Makin Cepat Jika  Salah Perhitungan terhadap Iran

0
247

Teheran, LiputanIslam.com –  Angkatan Bersenjata Iran menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel akan semakin cepat bergerak menuju jurang kebinasaannya jika sampai bertindak ceroboh akibat salah perhitungan terhadap Iran.

Peringatan militer Iran tersebut dilontarkan oleh Juru Bicara Angkatan Bersenjata Brigjen Abolfazl Shekarchi, Rabu (27/1), sembari memastikan Israel belum tahu persis bagaimana kekuatan militer yang telah dibangun Iran.

Sebelumnya, Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letjen Aviv Kochavi mengaku telah memperbarui peta rencana operasionalnya dalam menghadapi Iran, dan memerintahkan jajarannya untuk menyusun rencana serangan terhadap Iran dan melumpuhkan kemampuan nuklirnya jika dirasa perlu.

Shekarchi menyebut ancaman Kochavi itu hanyalah perang mental, dan memperingatkan bahwa sedikit saja Israel berbuat kesalahan maka Iran akan “menghancurkan pangkalan rudal mereka serta meratakan Haifa dan Tel Aviv dengan tanah”.

Menurut Shekarchi, Israel belum banyak mengetahui kemampuan militer Iran yang mampu menghancurkan dua kota besar di Israel (Palestina pendudukan 1948) itu dalam tempo sesingkat mungkin.

“Sebagian besar kekuatan militer Iran belum pernah diumumkan,” katanya.

Dia menambahkan, “Setiap kesalahan perhitungan Zionis akan mempercepat kehancuran mereka.”

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran menilai ancaman Kochavi itu tak lain karena Israel sedang mengalami panik dalam kondisi yang  terlampau ringkih untuk dapat merealiasikan ancamannya.

“Ancaman Israel untuk menghancurkan instalasi nuklir kami hanyalah delusi dan mimpi belaka,” ungkap Shekarchi.

Dia juga menyebutkan bahwa Israel melontarkan ancaman demikian ketika ia terbukti tak sanggup mengalahkan Hizbullah Libanon dan faksi-faksi pejuang Palestina, “meskipun mendapat dukungan internasional”. (mm/mna/raialyoum)

Baca juga:

Militer Israel Peringatkan AS agar Tak Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran

Wakil Iran di PBB: Tiap Ancaman Kami Balas dengan Keras

DISKUSI: