Raisi Terpilih sebagai Presiden Iran, Menhan Israel Mengaku Tak Bisa Tidur

0
342

Quds, LiputanIslam.com –  Menhan Israel Benny Gantz mengklaim bahwa terpilihnya Ebrahim Raisi sebagai presiden baru Iran menandakan bahwa negara republik Islam itu sedang bergerak menuju “radikalisme, ekspansi dan kontinyuitas pengembangan sejata destruksi massal “.

Saluran Kan milik Israel menyebutkan bahwa Gantz melontarkan pernyataan itu dalam sebuah upacara militer, Selasa (22/6).

“Pekan ini telah dipilih presiden baru Iran dalam pemilu yang tingkat partisipasinya terendah dalam 40 tahun, tanpa legitimasi publik, dan tanpa pesan harapan apapun bagi rakyatnya,” ujar Gantz.

Dia mengklaim bahwa naiknya Raisi ke kursi kepresidenan membuktikan bahwa Iran “terus bergerak menuju pengembangan senjata destruksi massal yang dapat mengancam dunia serta stabilitas kawasan dan Israel”.

Gantz lantas menegaskan bahwa Israel “akan bersikap tegas, dan tak akan pernah dapat menutup mata ketika ancaman eksistensial membayang di sekitarnya”.

Ahad lalu Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dalam rapat pertama pemerintahannya menegaskan Israel tak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Dia juga meminta negara-negara besar dunia “terjaga dari tidur” sebelum kembali ke perjanjian nuklir dengan Iran.

Mengenai keterpilihan Raisi dia mengatakan, “Bagi orang yang terselimuti dugaan kasus, ini bukanlah pemilihan presiden, melainkan pemilihan (Pemimpin Besar Iran Sayid Ali) Khamenei. Mereka telah memilih algojo Teheran.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Adakan Konferensi Pers Pertama, Sayid Raisi Pastikan Tak akan Adakan Pertemuan dengan Biden

Usai Pertemuan Faksi-Faksi Palestina, Hamas Beri Peringatan Keras terhadap Israel

Korut Sebut Israel “Entitas Kanker” Penghancur Perdamaian

 

DISKUSI: