Raisi, Putin dan Erdogan akan Bahas Krisis Suriah di Teheran

0
79

Teheran, LiputanIslam.com   Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejawatnya dari Turki Recep Tayyip Erdogan akan berkunjung ke Teheran hari ini, Selasa (17/1), untuk berbicara dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi mengenai krisis Suriah.

Moskow, Teheran, dan Ankara selama bertahun-tahun telah terlibat dalam proses perdamaian Astana, sebuah forum yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang di Suriah yang telah berkecamuk selama lebih dari 11 tahun.

Pembicaraan itu akan dilakukan setelah Erdogan bersumbar akan menginstruksikan serangan militer di Suriah, yang praktis akan semakin memperluas pendudukan Turki di negara Arab tersebut.

Pada 23 Mei 2022 Erdogan mengumumkan bahwa tentara Turki berniat melakukan operasi militer untuk “memerangi terorisme” di perbatasan negara Turki, dan bahwa pemerintahnya “akan mulai mengambil langkah baru untuk menyelesaikan zona aman 30 km sebelah utara Suriah. .”

Pada 14 Juni, media Turki melaporkan bahwa pasukan Ankara telah mengambil formasi tempur dan siap untuk memulai operasi militer kelima Turki di perbatasan Suriah utara, yang diklaim ditujukan untuk mengganyang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan sayap militernya, YPG.

Di pihak lain, Raisi memperingatkan Ankara bahwa tindakan militer apa pun di Suriah dapat mengganggu stabilitas kawasan, dan menyarankan Turki agar tidak melakukan tindakan tersebut.

Turki telah lama melakukan serangan militer di Suriah dengan kedok “memerangi terorisme”. Tindakan Ankara di Suriah itu ditentang keras oleh Moskow dan Teheran. (mm/almayadeen)

Baca juga:

Menlu Suriah Sebut Damaskus Beruntung Miliki Sekutu seperti Iran

Iran Sambut Baik Kemungkinan Normalisasi Hubungan Suriah-Turki

DISKUSI: