Iran Sambut Baik Kemungkinan Normalisasi Hubungan Suriah-Turki

0
124

Beirut, LiputanIslam.com   Iran menyambut baik kemungkinan pemulihan hubungan Suriah yang merupakan sekutu Iran dengan Turki yang merupakan pendukung utama kubu oposisi dan pemberontak Suriah sejak lebih dari satu dekade.

“Kami senang dengan dialog yang terjadi antara Suriah dan Turki, dan kami percaya bahwa itu akan mencerminkan secara positif antara kedua negara,” kata Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian, saat berkunjung ke Beirut, ibu kota Lebanon, Jumat (13/1).

Menlu Iran menyatakan demikian setelah sehari sebelumnya Presiden Suriah, Bashar al-Assad, mengatakan bahwa pemulihan hubungan yang ditengahi Rusia dengan Turki harus bertujuan mengakhiri pendudukan Turki atas wilayah barat laut Suriah, yang menjadi sarang pemberontak Suriah.

Dia juga mengatakan bahwa Turki harus menghentikan dukungan untuk terorisme di Suriah.

Al-Assad menyatakan demikian dalam sebuah pertemuan di Damaskus dengan utusan presiden Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, menyusul pertemuan antara menteri pertahanan Turki dan Suriah di Moskow pada 28 Desember.

Moskow mendukung pemulihan hubungan antara Damaskus dan Ankara. Tujuannya adalah untuk mengadakan pertemuan antara menteri luar negeri kedua negara dan akhirnya presiden.

Dikutip kantor berita negara Suriah SANA, Lavrentiev mengatakan Moskow memandang pertemuan para menteri pertahanan “secara positif” dan berharap untuk mengembangkan pembicaraan “sampai ke tingkat menteri luar negeri”.

Pemulihan hubungan, kata al-Assad, “harus dikoordinasikan antara Suriah dan Rusia terlebih dahulu agar  membuahkan hasil nyata yang dicari oleh Suriah”.

Pernyataan itu merupakan komentar pertama al-Assad secara terbuka tentang pertemuan tingkat menteri kedua negara setelah bermusuhan selama lebih dari satu dekade.

Turki telah menjadi pendukung utama oposisi terhadap al-Assad sejak dimulainya perang saudara 12 tahun lalu dan telah mengirim pasukannya sendiri ke sebagian besar Suriah utara.

Namun pada akhir Desember, menteri pertahanan Turki dan Suriah mengadakan negosiasi penting di Moskow  yang menjadi pertemuan pertama sejak 2011.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada hari Kamis bahwa dia dapat bertemu dengan mitranya dari Suriah, Faisal Mekdad, pada awal Februari.

“Belum ada tanggal yang jelas, tapi kami akan mengadakan pertemuan segi tiga ini sesegera mungkin, mungkin pada awal Februari,” kata Cavusoglu kepada wartawan Turki saat berkunjung ke Rwanda tentang pertemuan yang juga akan melibatkan Rusia. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Menlu Iran dan Sekjen Hizbullah Bertemu dan Bahas Perkembangan Situasi Politik Regional

Wasekjen Hibzullah: Semua Berhutang Budi kepada Imam Khomaini yang Telah Mencetak Jenderal Soleimani

DISKUSI: