Presiden Raisi: Iran Siap Lanjutkan Dialog dengan Saudi dalam Suasana Saling Hormat

0
231

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyatakan negaranya siap melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Arab Saudi jika Riyadh bersedia mengadakan pembicaraan dalam suasana saling pengertian dan hormat.

Dilaporkan media Iran dan kemudian dikutip oleh beberapa media Arab, Sabtu (5/2), hal tersebut dikatakan Raisi dalam panggilan telefon dengan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi, ketika dia mengapresiasi kesediaan Baghdad menjadi tuan rumah dialog Iran-Saudi.

“Republik Islam Iran siap untuk melanjutkan pembicaraan ini sampai hasil tercapai, asalkan Saudi bersedia melanjutkan pembicaraan dalam suasana saling menguntungkan, saling pengertian dan saling hormat,” ujar Raisi.

Hubungan diplomatik Iran dengan Saudi terputus sejak tahun 2016, namun pada tahun lalu keduanya mulai mengadakan pembicaraan langsung di Baghdad manakala kekuatan global berusaha menyelamatkan perjanjian nuklir dengan Iran tahun 2015.

Mencairnya hubungan Iran-Saudi sebelumnya juga ditandai dengan pernyataan Iran pada bulan lalu bahwa tiga diplomat Iran telah tiba di Arab Saudi untuk berkantor lagi di markas besar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah.

Sejauh ini, Teheran dan Riyadh dilaporkan telah mengadakan empat putaran pembicaraan di Irak. Saudi menyebut pembicaraan itu berlangsung ramah namun eksploratif, sementara Teheran menyebut Riyadh telah mengambil “jarak yang baik”.

Dalam pembicaraan telefon tersebut, Raisi dan Al-Kadhimi menekankan pada perluasan kerjasama dan koordinasi kedua negara bertetangga di berbagai bidang.

Al-Kadhimi menekankan bahwa Baghdad mengutamakan hubungan antara Irak dan Iran dan berkeinginan untuk memperluas hubungan ini. Dia juga menekankan pentingnya inisiatif regional yang bertujuan untuk menyatukan pandangan.

Di pihak lain,  Raisi memuji upaya Irak mendekatkan pandangan dan memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan. Dia juga mengecam tindakan apa pun oleh pihak mana pun yang bertujuan mengacaukan keamanan Irak dan memengaruhi kedudukan regional dan internasionalnya. (mm/alalam/tt/meo)

Baca juga:

Merasa Dibohongi Soal Tenggat Waktu Perundingan Nuklir Iran, Lobi Yahudi AS Geram

Kelompok Pejuang Irak Berjanji akan Beri Turki “Pelajaran”

DISKUSI: