Merasa Dibohongi Soal Tenggat Waktu Perundingan Nuklir Iran, Lobi Yahudi AS Geram

0
319

Washington, LiputanIslam.com –  Institut Yahudi untuk Keamanan Nasional Amerika (JINSA), memperlihatkan kegeramannya atas “kepalsuaan” tenggat waktu pemerintahan Presiden Joe Biden untuk urusan nuklir Iran.  Lobi Yahudi di Amerika Serikat (AS) gusar karena AS dan negara-negara Eropa melempem dan hanya dapat melontarkan gertak sambal di depan kebandelan Iran.

Dikutip Fars, Jumat (4/2), JINSA melalui sebuah infografik yang dirisnya menyatakan bahwa waktu seolah tak akan pernah habis untuk perundingan nuklir Iran.

“Sudah berlalu lebih dari satu bulan sejak pemerintahan Biden pertama kali menyatakan ‘beberapa minggu, bukan berapa bulan’ untuk masuknya kembali Iran kepada JCPOA,” ungkap JINSA di halaman Twitternya.

JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) adalah nama yang lazim dipakai untuk menyebut perjanjian nuklir tahun 2015 yang diteken Iran bersama enam negara terkemuka dunia, termasuk AS, yang kemudian keluar darinya secara sepihak dan kemudian menerapkan sanksi lagi terhadap Iran di masa kepresidenan Donald Trump pada tahun 2018.

“Peringatan yang dapat diprediksi dan tak terealisasi itu hanya justru memotivasi Teheran untuk mengulur perundingan, memajukan program nuklirnya, dan mendapatkan instrumen lebih banyak,” lanjut JINSA.

JINSA menyertai cuitannya dengan sebuah infografik waktu demi waktu di mana  para pejabat AS dan Eropa sejak Januari 2021 hingga awal Februari 2022 sudah 27 kali bersumbar bahwa tenggat waktu untuk kembali ke perjanjian nuklir Iran sudah hampir habis.

Infografik itu jelas menunjukkan bahwa karena tak memiliki opsi yang kongkret maka pemerintah AS terpaksa melanjutkan perundingan dengan Iran, dan semata demi menjaga pamornya, Washington bersumbar tentang tenggat waktu tapi kemudian melewati dan mengabaikannya begitu saja.

Para pengamat menyebutkan bahwa laju perudingan Wina, sebagaimana perundingan pada umumnya, tak bisa digantungkan pada tindakan sepihak, melainkan harus ada langkah kolektif dan mutual dari semua pihak.

Belakangan ini para pejabat negara-negara Eropa dan AS sendiri mengakui bahwa beberapa kemajuan yang dicapai dalam perundingan Wina lebih berkenaan dengan soal komitmen nuklir Iran daripada soal komitmen Barat untuk pencabutan sanksi terhadap Iran. (mm/fna)

Baca juga:

Jenderal Iran: Iran Berswasembada Alutsista, Musuh Jangan Harap Bisa Serang Iran

Media Israel: Peretas Iran Gunakan Spyware Inovatif dalam Menyerang Israel

DISKUSI: