Putin Imbau Erdogan Indahkan Prinsip Kedaulatan Suriah

0
641

Moskow, LiputanIslam.com –  Kantor pers Kremlin dalam sebuah pernyataannya, Selasa (21/4/2020), menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah percakapan televon dengan sejawatnya di Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah membahas berbagai isu, termasuk Suriah dan wabah corona (Covid-19).

“Presiden Rusia dan Presiden Turki telah bertukar pikiran secara detail mengenai situasi Suriah, termasuk kemajuan signifikan dalam penerapan kesepakatan-kesepakatan terkait dengan zona de-eskalasi di Idlib, demikian pula protokol tambahan untuk MOU Sochi tanggal 17 September 2018, yang diadopsi di Moskow pada 5 Maret,” bunyi pernyataan itu.

Disebutkan pula bahwa dalam kontak telefon ini Putin juga menekankan keharusan patuh tanpa syarat kepada prinsip kedaulatan dan keutuhan teritorial Suriah.

“Kedua pihak juga membicarakan serangkaian isu terkait dengan penyebaran wabah virus corona novel… Kedua negara siap meningkatkan upaya-upaya kolektif dalam pemberantasan penularan, termasuk upaya melalui Kementerian Kesehatan dan pihak-pihak terkait,” lanjut Kremlin.

Kantor pers Kremlin juga menyatakan adanya kelanjutan koordinasi antara para pejabat kedua negara untuk menjamin kepulangan warga negara Rusia dan Turki ke negara masing-masing.

“Kedua presiden ini juga mendiskusikan proyek-proyek bersama di bidang energi nuklir,” imbuhnya.

Sehari sebelumnya, Erdogan menuduh pemerintah Suriah sedang memanfaatkan situasi wabah Covid-19 sebagai kesempatan untuk melanggar gencatan senjata dan meningkatkan serangan di Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak.

Dia lantas menegaskan, “Turki tetap berkomitmen pada kesepakatan yang dicapai dengan Rusia dan tidak akan memberi jalan kepada agresi rezim (Suriah).”

Baca: Pertahanan Udara Suriah Cegat Serangan Rudal Israel

“Jika rezim ini, yang telah melanggar gencatan senjata dan persyaratan lain dari perjanjian, berkelanjutan dengan cara ini maka akan membayar harga dengan kerugian besar,” ancamnya.

Erdogan menyatakan demikian menyusul adanya laporan-laporan mengenai terjadinya kontak senjata terbatas antara tentara Suriah dan pasukan pemberontak yang didukung Turki, meskipun gencatan senjata  secara umum tampak masih bertahan.

Baca: Temui Presiden Assad, Menlu Iran Tegaskan  Kontinyuitas Dukungan Iran kepada Poros Resistensi

Putin dan Erdogan pada 5 Maret lalu mengadakan pertemuan di Moskow untuk membahas upaya penyelesaian kemelut Suriah, termasuk cara menemukan solusi bagi krisis yang terjadi di zona de-eskalasi di Idlib.

Pertemuan itu menghasilkan  perjanjian gencatan senjata yang disusul dengan dimulainya penerapan patroli bersama antara Rusia- Turki di jalur internasional M4 di Suriah (jalur Latakia-Aleppo) pada 15 Maret. (mm/raialyoum/anadolu)

DISKUSI: