Putin dan Erdogan Bahas Pemulihan Hubungan Ankara-Damaskus

0
92

Moskow, LiputanIslam.com   Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas pemulihan hubungan antara Ankara dan Damaskus.

Dalam sebuah pernyataan, Senin (16/1), Kremlin menyebutkan, “Masalah normalisasi hubungan Turki-Suriah dibahas, termasuk dalam konteks inisiatif Ankara untuk meluncurkan konsultasi dengan partisipasi perwakilan Rusia, Turki, dan Suriah.”

Kremlin juga menyebutkan signifikansi kerjasama segi tiga Rusia, Turki, dan Iran dalam kerangka proses Astana untuk penyelesaian krisis Suriah.

Menlu Suriah Faisal Mekdad Sabtu lalu menekankan bahwa Suriah,”dalam semua langkahnya sejak 2011 hingga saat ini berupaya mengakhiri terorisme yang mengganggu hubungan kami dengan Turki.”

Dia juga menekankan bahwa keadaan yang kondusif harus diwujudkan untuk penyelenggaraan pertemuan di tingkat yang lebih tinggi dengan pemimpin Turki.

Dia juga mengingatkan, “Tidak mungkin membicarakan pemulihan hubungan normal dengan Turki tanpa mencabut pendudukan.”

Mengenai Iran, Mekdad mengatakan bahwa koordinasi Damaskus dengan Teheran dalam berbagai kerangka kerja regional dan internasional merupakan indikasi komitmen Iran pada kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.

Sementara itu, penasihat kebijakan luar negeri Turki, Ibrahim Kalin, menyatakan bahwa mediasi Rusia dalam upaya rekonsiliasi tidak menyiratkan bahwa Turki telah membuang opsi melancarkan serangan darat.

“Operasi darat dimungkinkan kapan saja, tergantung pada tingkat ancaman yang kami terima,” kata Kalin kepada wartawan.

Pada 15 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku telah mengusulkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin sebuah pertemuan prospektif antara presiden Suriah, Turki, dan Rusia yang didahului dengan pertemuan para kepala aparat keamanan dan menteri pertahanan.

Tapi sejauh ini Suriah masih terlihat berhati-hati terhadap proses perdamaian. Presiden Suriah Bashar Al-Assad pekan lalu mengatakan bahwa pemulihan hubungan apa pun dengan Ankara harus mengarah pada berakhirnya pendudukan Turki di Suriah.

Faktanya, Turki secara ilegal menguasai beberapa bagian Suriah utara, memiliki sejumlah pangkalan militer yang didirikan di daerah tersebut, dan mendukung milisi lokal yang memerangi pemerintah Suriah. (mm/almayadeen)

Baca juga:

Iran Sambut Baik Kemungkinan Normalisasi Hubungan Suriah-Turki

Menlu Suriah Sebut Damaskus Beruntung Miliki Sekutu seperti Iran

 

DISKUSI: