Puluhan Siswi Afghanistan Terbunuh, Presiden Raisi Kecam Standar Barat

0
177

Teheran, LiputanIslam.com   Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi  mengecam standar ganda Barat dalam dalam isu HAM dan kaum perempuan, standar yang membuat Barat geger dan berkoar kencang terkait kematian wanita muda Iran Mahsa Amini, namun bungkam terhadap serangan teror yang menggugurkan puluhan gadis calon mahasiswi di Afghanistan.

Menyinggung gencarnya tekanan media Barat belakangan ini terhadap Iran, Presiden Raisi, Ahad (2/10), mengatakan, “Melalui aksi media yang luas, musuh berusaha mengalihkan opini publik. Kita melihat sekelompok gadis Afghanistan dibunuh di fasilitas pendidikan oleh teroris yang mendapat dukungan AS, tapi tidak ada reaksi dari mereka yang mengklaim (peduli HAM).”

Dia menyoal, “Dengan kondisi ini, apakah klaim Barat tentang kepeduliannya HAM dan hak perempuan dapat diterima?”

Menurut PBB, sedikitnya 35 orang tewas dan 82 terluka dalam pemboman yang terjadi di pusat pendidikan Kaaj di lingkungan Dasht-e-Barchi, Kabul, ibu kota Afghanistan, pada hari Jumat pekan lalu.

Serangan teroris itu menerjang bagian putri pada ruang belajar yang dipisahkan berdasarkan gender di mana ratusan calon mahasiswa mengikuti  seleksi masuk universitas.

Sebagian besar korban adalah wanita muda dari komunitas Syiah Hazara yang tertindas secara historis.

Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, kelompok teroris ISIS sebelumnya telah melakukan serangan-serangan terhadap anak perempuan, sekolah, dan masjid di daerah-daerah berpenduduk mayoritas Syiah di Afghanistan.

Di bagian lain pernyataannya, Presiden Iran menyatakan bahwa konspirasi terbaru musuh Iran untuk menghadang kemajuan negara republik Islam ini pasca kematian Mahsa Amini telah sia-sia dan kandas.

“Ketika Republik Islam menghadapi masalah ekonomi dan lebih aktif hadir di kawasan dan dunia, musuh terjun ke gelanggang untuk mengisolasi negara ini, tapi mereka gagal dalam konspirasi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait serangan teror lain yang menewaskan sejumlah  orang di kota Zahedan, Iran, pada Jumat lalu, Badan intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)  memastikan bahwa kejahatan itu tak akan dibiarkan berlalu begitu saja.

“Rakyat Iran teguh pada sumpahnya untuk membalas darah suci syuhada gugur akibat serangan teror Jumat kelabu di kota Zahedan. Serangan pengecut oleh penentang Republik Islam, militan dan agitator rakyat, tidak akan dibiarkan tanpa balasan,” tegas badan itu.

Badan itu memperingatkan kepada  “musuh bangsa Iran Iran dan Revolusi Islam, terutama kelompok-kelompok kriminal dan separatis serta agen-agen mereka” bahwa “anak-anak bangsa ini tidak akan kendur barang sesaat dalam menjaga revolusi dan pencapaiannya”.

Seperti pernah diberitakan, kelompok teroris takfiri Jaish Al-Adl menyatakan bertanggungjawab atas aksi kawanan bersenjata yang melepaskan tembakan ke tiga kantor polisi di kota hingga menyebabkan sedikitnya 19 orang gugur dan 20 lainnya terluka.  (mm/presstv/raialyoum)

Baca juga:

19 Orang, Termasuk Perwira IRGC, Terbunuh Diserang Kawanan Teroris Takfiri

[Video:] Pertama Kali, IRGC Tunjukkan Video Detail Gempuran Rudalnya ke Kurdistan Irak

 

DISKUSI: