Pukulan bagi AS, Iran Resmikan Pelabuhan Minyak Pertamanya di Teluk Oman

0
488

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan negaranya telah membuka pelabuhan minyak pertamanya di Teluk Oman, yang akan membuat negara republik Islam ini tidak lagi memerlukan Selat Hormuz sebagai satu-satunya jalur pelayaran kapal-kapal tanker minyaknya.

Pelabuhan minyak baru Iran di kota Bandar-e Jask itu menjadi terobosan negara ini untuk tidak bergantung pada Selat Hormuz yang rawan gangguan atau bahkan konfrontasi militer antara Iran dan negara-negara musuhnya, terutama AS.

Presiden Rouhani dalam sebuah pidato televisi, Kamis (22/7), mengatakan, “Langkah strategis ini penting karena Iran akan menjamin kelanjutan ekspor minyaknya. Pelabuhan baru untuk ekspor minyak mentah ini membuktikan kegagalan sanksi-sanksi AS.”

Dia menjelaskan bahwa Iran bermaksud mengekspor satu juta barel minyak per hari dari pelabuhan Bandar-e Jask.

Iran telah berulang kali mengancam akan menutup Selat Hormuz jika negara ini tak dapat mengekspor minyaknya akibat sanksi yang dikembali diterapkan AS sejak tiga tahun lalu setelah presiden AS saat itu Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir yang diteken Iran bersama enam negara besar dunia.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan di gerbang Teluk Persia dan dilintasi oleh sekira seperlima pasokan minyak dunia dari Timur Tengah ke pasar-pasar di Asia, Eropa, Amerika utara dan lain-lain, namun kerap diwarnai pergesekan antara pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan AS. (mm/alalam/ raialyoum)

Baca juga:

Kontak Telefon dengan Erdogan, Rouhani: Iran dan Turki Dua Kekuatan Besar Dunia Islam

Rusia Ajak Iran dan India Bergabung dengan Perundingan Damai Afghanistan

DISKUSI: