Presiden Ukraina Nyatakan 1300 Tentaranya Tewas dalam Invasi Rusia

0
51

Kiyv, LiputanIslam.com –  Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa sebanyak 1.300 tentaranya tewas sejak dimulainya invasi militer Rusia pada akhir Februari. Bersamaan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk apa yang disebutnya pelanggaran hukum humaniter internasional oleh pasukan Ukraina.

Dalam konferensi pers yang diadakan di kantor kepresidenan di ibukota, Kyiv, Sabtu (12/3), Zelensky juga menyebutkan bahwa pasukan Ukraina telah menangkap hampir 500 tentara Rusia.

Dia bersumbar kepada Rusia dengan mengatakan: “Kalaupun satu juta orang Rusia mati di Ukraina, kalian tak akan mendudukinya.”

Mengenai keinginan negaranya bergabung dengan NATO, Zelensky mengatakan, “Saya tak melihat atau mendengar satupun sikap mengenai penerimaan Ukraina dalam keanggotaannya.”

Dia menyebutkan contoh dengan mengaku tidak melihat keberanian negara-negara NATO dalam masalah konsensus demi Ukraina.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin, mengecam “pelanggaran mencolok” hukum humaniter internasional oleh pasukan Ukraina, dan mengimbau para pemimpin Jerman dan Prancis untuk menekan Kiev agar memaksa batalyon nasionalisnya menghentikan kejahatan mereka.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam percakapan telepon dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Sabtu, ketika mereka berbicara tentang situasi kemanusiaan di Ukraina.

“Putin memberi tahu (mereka) tentang keadaan sebenarnya” di Ukraina, kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

Di pihak lain, Presiden Prancis dan Kanselir Jerman mendesak Rusia merundingkan gencatan senjata dan bekerja menuju resolusi diplomatik untuk krisis tersebut. Ketiganya juga berbicara mengenai tuntutan keamanan Rusia untuk Ukraina.

Rusia melancarkan invasi militer ke Ukraina sejak 24 Februari, dan sejauh ini telah menyebabkan sebanyak 2,5 juta orang Ukraina mengungsi ke negara-negara tetangga.

Rusia mengatakan akan menghentikan operasi militer segera jika Kiev memenuhi daftar persyaratan Moskow, termasuk pembatalan rencana Ukraina bergabung dengan NATO. (mm/raialyoum/presstv)

Baca juga:

Izinkan Ujaran Kekerasan, Instagram dan Facebook akan Diblokir Rusia

Belasan Ribu Militan dari Timteng Siap Mendukung Pasukan Rusia di Ukraina

DISKUSI: