Belasan Ribu Militan dari Timteng Siap Mendukung Pasukan Rusia di Ukraina

0
82

Moskow, LiputanIslam.com –  Pemerintah Rusia mengumumkan pihaknya akan  membiarkan militan dari Suriah dan negara-negara Timur Tengah lainnya ikut berperang bersama tentara Rusia di Ukraina, setelah Presiden Vladimir Putin mendukung rencana pengiriman relawan ke medan perang.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Jumat (11/3), kepada wartawan mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu bahwa “sebagian besar orang yang ingin dan diminta (untuk berperang) adalah warga negara-negara di Timur Tengah dan Suriah”.

Rusia adalah sekutu penting Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam konflik di Suriah, dan berperan besar dalam mengubah situasi di lapangan pada posisi yang menguntungkan pemerintah Suriah.

Sembari menyinggung dukungan Amerika Serikat (AS) kepada pengiriman tentara bayaran untuk berperang bersama pasukan Ukraina, Peskov menyatakan bahwa keputusan untuk mengirim relawan militan ke Ukraina dapat diterima.

“Jika Barat sudah sangat bertekad mengenai pengiriman pasukan bayaran maka kamipun memiliki para relawan yang ingin berpartisipasi,” ujarnya.

Sebelumnya di hari yang sama, Putin sendiri menyatakan dukungannya kepada rencana mengizinkan relawan, termasuk mereka yang berasal dari luar negeri, untuk ikut bertempur di Ukraina, sementara Sergei Shoigu mengatakan bahwa sebanyak lebih dari 16.000 orang, yang sebagian besar adalah relawan dari negara-negara Timur Tengah, telah meminta untuk ambil bagian dalam perang di Ukraina.

Ukraina sebelumnya telah mengumumkan pembentukan batalyon relawan asing untuk bergabung dengan barisan angkatan bersenjatanya dalam perang melawan pasukan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari itu mengatakan bahwa Moskow mengerahkan tentara bayaran dari Suriah. Dia juga mengklaim bahwa Ukraina telah mencapai titik balik strategis dalam perang yang tak jelas sampai kapan akan berlanjut.

“Tidak mungkin untuk mengatakan berapa hari kita masih harus bekerja untuk pembebasan tanah Ukraina,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Sembari menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan sanksi terhadap Rusia, dia menambahkan, “Tapi kita bisa mengatakan bahwa kita akan melakukannya. Karena kita telah mencapai titik balik strategis.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Venezuela Tidak akan Menerima Ajakan AS Musuhi Rusia

Setelah Terbongkarnya Biolab AS di Ukraina, Apa Kabar Namru di Indonesia?

DISKUSI: