Presiden Raisi: Iran Dukung Penuh “Satu China” di Depan Unilateralisme AS

0
208

Teheran, LiputanIslam.com   Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyatakan dukungan negaranya kepada kebijakan “Satu China” terhadap Taiwan, dengan menegaskan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah setiap negara merupakan salah satu prinsip dasar kebijakan luar negeri Iran.

“Dukungan untuk kebijakan Satu China adalah kebijakan yang pasti dan berprinsip dari Republik Islam Iran,” ungkap Raisi dalam percakapan telepon selama satu jam dengan Presiden China Xi Jinping, Jumat (29/7).

Presiden Iran menyebutkan bahwa campur tangan Amerika Serikat (AS) dalam urusan internal negara lain merupakan kelanjutan dari kebijakan unilateralisme destruktif Washington, yang “kini berubah menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional”.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga menyatakan negaranya mendukung penuh kebijakan Satu China dengan mengatakan, “Sikap kami tentang keberadaan hanya satu China tetap tidak berubah.”

Senada dengan ini, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia menyatakan solidaritasnya dengan China dalam masalah Taiwan.

“Kami menghormati kedaulatan dan integritas teritorial China dan percaya bahwa tidak ada negara di dunia yang berhak mempertanyakan hal ini atau mengambil langkah-langkah yang menghasut atau lainnya,” ujar Peskov.

Pemerintah China beberapa hari lalu memperingatkan bahwa negara ini “bersiap ” menghadapi kemungkinan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi, yang akan menjadi kunjungan pertama ke Taiwan oleh seorang ketua DPR AS sejak 1997.

“Kami dengan tegas menentang kunjungan Ketua Pelosi ke Taiwan,” tandas juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada konferensi pers, Rabu.

Dia menambahkan, “Jika AS terus maju dan menantang garis bawah China maka pihak AS akan menanggung semua konsekuensinya.” (mm/presstv)

Baca juga:

IRGC: Teknologi AI Kendalikan Drone dan Rudal Iran, Teknologi Kuantumnya juga Tak Kalah

Iran Cokok Pemimpin dan Anggota Jaringan Spionase Mossad

DISKUSI: