IRGC: Teknologi AI Kendalikan Drone dan Rudal Iran, Teknologi Kuantumnya juga Tak Kalah

0
226

Teheran, LiputanIslam.com   Panglima Korps Garda Revolusi Iran IRGC) Mayjen Hossein Salami menyatakan negaranya yang dikenai embargo justru berhasil mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/IA) untuk mengarahkan drone dan rudal, dan juga tak tertinggal oleh negara lain dalam teknologi kuantum.

“Di tengah situasi embargo, kami telah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan untuk memandu drone dan teknologi panduan rudal balistik,” ujarnya dalam pidato di kota Mashhad pada Rabu malam (27/7).

“Dengan menggunakan teknologi ini, sebuah pesawat nirawak (drone) dapat melakukan perjalanan lebih dari 2.000 kilometer dari titik mana pun dan menargetkan target yang bergerak atau titik tertentu,” imbuhnya.

Salami juga menyinggung kemajuan Iran di bidang teknologi kuantum dengan mengatakan, “Kami telah mencapai teknologi yang lebih kuat dari ini. Hari ini kita tidak berada di belakang negara-negara lain dalam teknologi kuantum.”

Mengenai embargo internasional yang dikenakan terhadap Iran, PanglimaIRGC mengatakan: “Sanksi global yang dikenakan terhadap kita, jika dikenakan pada negara lain, tidak mungkin mereka lewati. Kita tahu ada masalah, tapi kita juga tahu bahwa mendaki puncak itu sulit.”

Mengenai musuh besar Iran, Amerika Serikat (AS), dia mengatakan, “AS memiliki setengah kekuatan militer di dunia pada saat kemenangan Revolusi Islam serta 40 persen dari volume ekonomi global, yang kini turun menjadi 20 persen. Kita berada di depan negara yang anggaran militernya lebih dari 700 miliar dolar dan setara dengan semua negara di dunia. Maka lihatlah kekuatan apa yang kita kalahkan, kita rampas kemauannya, dan  kita paksa kabur, dan kekuatan apa yang telah kita gempur pangkalan-pangkalan militernya.” (mm/irna)

Baca juga:

“Tak Takut Musuh”, IRGC Mengaku Terus Berusaha Memiliki Senjata Tercanggih

JCPOA Tidak Berjalan, Iran Cabut Kamera-kamera Pengawas

 

 

DISKUSI: