Presiden Raisi: AS Ingin Jadikan Iran Seperti Suriah dan Afghanistan, Tapi Tak Sanggup

0
169

Teheran, LiputanIslam.com   Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengecam Amerika Serikat (AS) dan menyebutnya ingin menjadikan Iran seperti Suriah dan Afghanistan namun tidak berdaya untuk memenuhi keinginan ini.

“AS mencari-cari kehancuran. Mereka ingin Iran menjadi reruntuhan daripada menjadi kuat dan tangguh. Mereka berusaha agar Iran dihancurkan seperti Suriah dan Afghanistan. Namun, mereka telah membuat kesalahan perhitungan karena kaum pria dan wanita Iran yang terpelajar dan berpengetahuan luas tidak akan mengizinkan mereka untuk menerapkan skema demikian,” kata Presiden Raisi dalam pidato peringatan Hari Mahasiswa di Universitas Teheran, Rabu (7/12).

Dia menambahkan, “Mereka (AS) ingin menghalangi kemajuan negara kita; tapi kita tidak membiarkan mereka melakukannya. Mereka menyatakan kita tidak akan dapat berbisnis dengan tetangga kita kecuali kita menyetujui Satuan Tugas Aksi Keuangan (FATF). Saat ini kita telah memperluas interaksi kita dengan negara-negara regional dan bahkan telah mengaktifkan infrastruktur komersial regional, seperti Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO).”

Sayid Raisi menyebutkan bahwa hampir 35.000 orang menderita cacat akibat 20 tahun perang AS di Afghanistan, namun AS malah tak segan-segan menawarkan harapan dan sukacita kepada negara-negara dunia.

Presiden Iran juga menyebut pemerintah AS sebagai pemerintahan yang paling otoriter dan diktator, dan memuji Hari Mahasiswa Iran sebagai manifestasi dari perang melawan “superdiktator dunia, AS”.

Sayid Raisi menepis anggapan bahwa kerusuhan di Iran adalah akibat situasi ekonomi negara. Dia juga menyebutkan bahwa masyarakat tak mendukung para perusuh setelah mereka mengetahui niat sebenarnya di balik kerusuhan tersebut.

Dia mengatakan pemerintah Iran akan terus mendengarkan keluhan para pengunjuk rasa, termasuk mahasiswa. Dia juga mengaku terus menjalin dialog dan komunikasi dengan mahasiswa dan elit negara sejak menjabat pada Agustus 2021. (mm/presstv)

Baca juga:

Menlu Iran: Bukan Pengunjuk Rasa, Tapi Justru Polisi yang Terbunuh Saat Kerusuhan

Intelijen Iran Ringkus Sejumlah Anggota MKO terkait Sel Teroris

DISKUSI: