Presiden Palestina: Palestina Tak akan Pernah Menerima Okupasi

0
369

Ramallah, LiputanIslam.com –  Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Senin 29/11), menegaskan bahwa bangsa Palestina selamanya tidak akan pernah menerima pendudukan Palestina oleh kaum Zionis Israel, dan hanya ada pilihan bagi Israel; solusi dua negara atau solusi satu negara.

Pernyataan Mahmoud Abbas itu disampaikan oleh wakil tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, dalam sidang khusus yang diselenggarakan oleh Majelis Umum PBB berkenaan dengan peringatan Hari Solidaritas Dunia dengan Rakyat Palestina yang jatuh pada tanggal 28 November.

“Otoritas Pendudukan (Israel) merusak solusi dua negara dan memperdalam realitas diskriminasi rasial, sehingga mereka harus memilih antara solusi dua negara menurut legitimasi internasional, atau solusi satu negara untuk semua, karena kami selamanya tak akan pernah menerima bertahannya pendudukan,” lanjut Mahmoud Abbas.

Dia juga menyatakan, “Ini adalah momen yang menentukan, kehendak internasional akan menang dengan itu solusi dua negara, atau solusi dua negara disandera oleh kehendak penjajah, dan ini merupakan pengabaian terhadapnya”

Sejak proses perdamaian dimulai dengan Konferensi Madrid pada tahun 1991, Palestina telah menerima opsi “solusi dua negara” Palestina dan Israel.

Abbas memperingatkan kepada negara-negara yang mendirikan kantor komersial atau diplomatik di kota Quds (Yerusalem), dan pihak-pihak yang menjalin perjanjian pendidikan atau perusahaan di permukiman pendatang  Zionis atau membeli barang dari warga Zionis itu bahwa “semua tindakan ini melanggar hukum internasional serta mendorong rezim pendudukan untuk melakukan lebih banyak kejahatan terhadap rakyat Palestina.”

Dia juga juga menyatakan bahwa negara-negara “yang percaya kepada solusi dua negara dan mengakui Israel hendaklah mengakui pula negara Palestina”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Video:] Unjuk Rasa Akbar Anti-Normalisasi Hubungan dengan Israel di Maroko

Hamas dan Jihad Islam Minta Rakyat Maroko Kutuk Kunjungan Menhan Israel

DISKUSI: