[Video:] Unjuk Rasa Akbar Anti-Normalisasi Hubungan dengan Israel di Maroko

0
401

Rabat, LiputanIslam.com –  Front Maroko untuk Dukungan kepada Palestina dan Penolakan terhadap Normalisasi (dengan Israel), Senin (29/11) mengumumkan pihaknya telah mengorganisir 36 unjuk rasa akbar di berbagai kota Maroko bertepatan dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina.

Dalam sebuah pernyataannya, front itu menyerukan; “Segenap bangsa Maroko dan berbagai komponen yang aktif hendaklah tetap bersatu melawan tsunami normalisasi, yang mengancam independensi dan stabilitas negara serta memasukkannya dalam era baru dukungan kepada Zionisme.”

Front itu menambahkan, “Kami ingin Maroko tidak menjadi alat Zionis untuk menjalankan proyek-proyek ekspansifnya di kawasan Maghrib, dan tidak menjadi jembatan negara-negara Afrika yang menumbalkan hak orang-orang Palestina dan darah mereka. Kami tumbuh di Maroko bukan untuk menjadi tunggangan bagi entitas Zionis untuk mewujudkan proyek-proyek ekspansifnya di Maroko Raya. Kami ingin Maroko tidak menjadi jembatan bagi Zionis menuju negara-negara Afrika dengan menumbalkan hak dan darah Palestina.”

Front ini menegaskan kembali solidaritasnya dengan bangsa Palestina sampai tercapainya kebebasan mereka, terpenuhinya hak pengungsi Palestina untuk pulang kampung halamannya, dan berdirinya negara merdeka Palestina yang beribu kotakan Quds (Yerussalem). Karena itu, front itu mendukung penuh opsi resistensi bangsa Palestina dengan semua faksinya, dan mengutuk terorisasi para pejuang Palestina.

Front yang terdiri atas berbagai lembaga swadaya masyarakat Maroko itu juga mengutuk kejahatan dan rasisme Zionis terhadap bangsa Palestina, dan menyerukan kepada semua “orang-orang merdeka dunia dan masyarakat internasional memikul tanggungjawab melawan penistaan Israel terhadap HAM bangsa Palestina.”

Front itu mengecam pelanggaran Israel terhadap kesucian Islam dan Kristen dan monumen-monumen bersejarah, terutama Masjid Al-Aqsa, yang hendak dijudaisasi oleh kaum Zionis.

Lebih jauh, front ini mengutuk dan menentang kunjungan Menhan Israel ke Maroko serta  segala bentuk kerjasama dengan musuh  bangsa Palestina. Mereka menilai kerjasama itu menimbulkan bahaya yang menghancurkan bagi Maroko dan kawasan sekitarnya.

Sebuah video beredar dan dilaporkan sebagai rekaman aksi unjuk rasa anti-Israel di kota Tangier, Maroko, yang digelar atas seruan front tersebut.

Ahad lalu pihak berwenang Maroko melarang aksi protes anti-Israel yang akan diselenggarakan di Rabat, ibu kota Maroko, bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina yang jatuh yang jatuh pada tanggal 28 November.

Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina (non-pemerintah) dan berbagai kelompok lainnya menyerukan aksi konsentrasi pada hari tersebut.

Aziz Hanawi, Sekjen Observatorium Nasional Melawan Normalisasi mengatakan: “Kami terkejut melihat pasukan keamanan  melarang aksi protes tanpa memberikan alasan apa pun. Larangan ini mengusik sejarah Maroko sebagai pembela Palestina dan Quds, apalagi bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional dengan Palestina.”

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz telah berkunjung ke Maroko pada 23-25 November lalu, dan menghasilkan kesepakatan kerjasama pertahanan dan perjanjian Maroko membeli drone dan berbagai jenis senjata Israel. (mm/railayoum/alalam)

Berita terkait:

Para Aktivis Maroko Berunjuk Rasa Anti Kunjungan Menhan Israel

Aljazair Merasa Terancam oleh Kunjungan Menhan Israel ke Maroko

Hamas dan Jihad Islam Minta Rakyat Maroko Kutuk Kunjungan Menhan Israel

DISKUSI: