Hamas dan Jihad Islam Minta Rakyat Maroko Kutuk Kunjungan Menhan Israel

0
155

Gaza, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) mengutuk keras kesediaan Rabat menerima kunjungan Menhan Israel Benny Gantz ke Maroko.

Tokoh Hamas Ismail Ridwan, Kamis (25/11), menyebut Gantz sebagai menteri teroris Israel dan menyerukan kepada rakyat Maroko dan semua komponen bangsa negara ini agar menolak dan mengutuk kedatangan Gantz ke Maroko.

Dia mengingatkan bahwa Gantz adalah penjahat perang yang seharusnya diringkus dan “diserahkan ke Pengadilan Pidana Internasional atas kejahatan perang dan kejahatan anti kemanusiaannya terhadap bangsa Palestina”.

Ismail Ridwan mendesak negara-negara Arab yang terlibat dalam normalisasi hubungan dengan Israel menghentikan “pengkhianatan terhadap bangsa Palestina itu”, karena normalisasi itu tak ubahnya dengan “memotivasi rezim pendudukan (Israel) untuk meningkatkan kejahatan terhadap bangsa Palestina” serta “berbahaya bagi urusan Palestina, umat (Arab) dan kesuciannya”

Dia memperingatkan bahwa bagaimanapun normalisasi itu “tak akan pernah memberi legitimasi kepada rezim pendudukan, yang akan senantiasa menjadi musuh nomor wahid bagi umat kita”.

Sehari sebelumnya, dalam kunjungan Menhan Israel ke Maroko kedua pihak telah meneken perjajian kerjasama keamanan yang memungkinkan Maroko mendapatkan teknologi militer Israel.

Sementara itu, faksi Jihad Islam Palestina (PIJ) menegaskan bahwa sambutan pemerintah Maroko atas kunjungan  menhan Israel dan pengadaan perjanjian tersebut merupakan pengkhianatan terhadap Palestina.

“Pengadaan perjanjian dengan rezim pendudukan, persekutuan dengannya, dan sambutan atas para pemimpinnya di Maroko atau di negara Arab lain manapun tak ubahnya dengan pemberian motivasi dan kemitraan dengan rezim pendudukan dalam agresinya yang berkelanjutan terhadap bangsa dan negeri kami, dan serangannya terhadap Masjid Al-Aqsa yang diberkahi,” tegas PIJ.

PIJ turut menyerukan kepada rakyat Maroko untuk meneriakkan penolakan mereka terhadap kunjungan itu.

PIJ juga menyatakan, “Kunjungan ini tak akan pernah berhasil memberikan pembenaran kepada pembunuh dan mencuci tangannya dari darah anak-anak kecil dan orang-orang tak berdosa,” lanjutnya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Aljazair Merasa Terancam oleh Kunjungan Menhan Israel ke Maroko

LSM Palestina: Maroko Libatkan Diri dalam Pembasmian Bangsa Palestina

DISKUSI: