LNA Nyatakan Perang akan Berkobar di Sirte dan Al-Jafra pada “Beberapa Jam” Mendatang

0
228

Benghazi, LiputanIslam.com –  Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh Marsekal Lapangan Khalifa Haftar menyatakan pertempuran hebat akan segera berkobar dalam “beberapa jam” mendatang antara LNA dan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di sekitar kota Sirte dan Al-Jafra.

Mayjen Ahmed Al-Mismari, juru bicara Komando Umum Tentara Nasional Libya (LNA), saat menyatakan hal itu pada Rabu malam (15/7/2020), menyebutkan adanya “gerakan besar GNA dan milisi Turki” di sekitar kedua wilayah tersebut.

Al-Mismari menilai pertempuran mendatang “tidak hanya akan melibatkan orang-orang Libya, melainkan juga pihak Arab dan asing, karena Turki memiliki rencana yang mengancam keamanan dan perdamaian di kawasan.”

Direktur Bimbingan Moral LNA, Brigadir Khaled Al-Mahjoub, menyebut Mesir “mitra sejati keamanan Libya”, dan karena itu berhak campurtangan di Libya.

“Sifat geografis wilayah Sirte dan Al-Jafra menjadikan serangan terhadapnya sebagai penutup udara, dan ini menjadikannya sebagai proses yang sangat rumit bagi pasukan Turki.”

Baca: Pakar: Pasukan Mesir Mulai Persiapkan Operasi Militer Besar di Libya

Di pihak lain, seorang juru bicara pasukan GNA, Kolonel Pilot Muhammad Qanunu, di hari yang sama menyatakan sudah tiba saatnya “minyak mengalir lagi, dan serangan terhadap tangan berdosa Libya, dan serta diakhirnya keberadaan pasukan bayaran yang mendukung penjahat perang yang mengizinkan mereka ke tanah dan langit Libya.”

Baca: Turki Desak LNA Keluar dari Sirte, Mesir Tegaskan Sudah Saatnya Pengiriman Teroris ke Libya Dihentikan

Qananu menekankan tekad pihaknya untuk bergerak menuju “kota-kota kami yang diculik”, menghapus ketidakadilan,  memulangkan para pengungsi, dan memperluas otoritas negara Libya atas seluruh wilayah darat,  laut, dan udara.

Dia bersumbar kepada LNA dengan mengatakan, “Jawabannya adalah apa yang kalian lihat, bukan apa yang kalian dengar.” (mm/amn)

DISKUSI: